Touring to The South Mountain Beach (Perjalanan ke Pantai Gunung Kidul)

Juli 1, 2008 at 3:24 am (Touring dan Suka-suka) (, , , , , , , , , , )

Ini adalah awal dari perjalanan tour kami. Tour pertama, kami putuskan untuk susur pantai ke Gunung Kidul menggunakan sepeda motor. Perjalanan dilakukan tanggal 10 Juli 2005 tepatnya hari Minggu. Sebelum melakukan perjalanan ini kami sempat mengalami kesedihan yang mendalam karena Toma Mandani mengalami kecelakaan di belakang kampus tepatnya sebelum masuk gerbang Hukum UNS. Toma mengalami luka yang cukup parah. Kami bersimpati terhadap keadaan Toma, tapi dengan terpaksa kami memutuskan untuk tetap melakukan perjalanan ini. Apa yang sudah lama direncanakan harus tetap dilaksanakan. Itulah yang waktu itu kami pikirkan.(sorry ya Ma, kamu ga bisa ikut). Tapi imbas dari kejadian ini adalah sedikit yang mau ikut (mungkin masih trauma dengan kecelakaannya Toma). Selain kejadian itu yang membuat sedikit yang mau ikiut adalah pada waktu ini terjadai lonjakan harga BBM yang tidak pernah kami sangka-sangka. Seperti yang sudah saya katakan tadi “Apa yang sudah lama direncanakan harus tetap dilaksanakan”.

Minggu kami putuskan untuk berangkat. (sebenarnya Tim Genap pada waktu yang sama melakukan camping di Kalisoro Tawangmangu, maklum waktu dulu satu angkatan masih terpisah menjadi 2 tim, tapi ini tidak menjadi suatu permasalahan yang serius. Kami tetap bisa menikmatinya). Ada 18 orang yang ikut, kami menyebutnya Tim Ganjil (heuheu….), 9 orang laki-laki ( Busur, Buset, Danang, Eko, Fajar TN, Ridwan, Heru, Purwanto, Ain si pembalap dihitung sebagai laki-laki) dan 9 orang perempuan (Anggi, Wewe, Nurul, Devi, Yuni, Marika, Aulia, Sri, Anggun), laki-laki dan perempuan cukup berimbang. Sebenarnya kami dah berusaha untuk mengajak banyak orang bahkan kami sudah memaksa dan mengancam, salah satu orang yang kuingat dipaksa adalah Fajar Nyong tapi dia tetap tidak mau. Malahan Fajar TN yang tidak disangka-sangka akan ikut dengan penuh keberanian dan kegagahan memutuskan untuk ikut (aku salut ma dia, akhirnya dia berani memutuskan untuk melihat indahnya dunia ini. Selama ini yang dia lihat kan cuma Simo seperti peribahasa bagaikan katak terkurung di Simo).

OK !! mari kita lanjutkan ceritanya………

Kita berangkat dari Solo jam 7, itu rencananya tapi dalam kenyataannya kita berangkat jam 8 (molor 1 jam sudah biasa…………). kami menggunakan 9 motor dan kami putuskan untuk berpasang-pasangan demi menjaga keselamatan para kaum hawa. Tapi ada 1 yang terpaksa harus sendirian dulu yaitu Ain. Kami pandang dia cukup layak diberi kepercayaan bawa motor sendiri, dia adalah pembalap wanita pertama di Sipil UNS. Dia diberi tugas untuk memboncengkan Sri, dan Sri akan kami jemput di pasar Semin. Harus mempersiapkan segala hidangan untuk sepulangnya dari pantai. Kami yakin dia tidak akan mengecewakan kami. Rencana rute yang akan kami tempuh adalah kos-kumpul bentar di dealer motor Panorama (sekarang futsal Rama dekat fotocopy Modern)-depan kampus-palur-bekonang-sukoharjo kota-tawangsari-weru-semin (ngampiri Sri)-wonosari-desa2 gunungkidul-pantai baron-lewat depan pantai kukup-sepanjang-liat2 drini-lewat depan krakal-sundak-rumahnya sri-jalur berangkat-rumah2 masing2. percaya atau tidak, kami benar-benar melalui rute yang telah kami rencanakan ini tetapi dengan sedikit improvisasi misalnya harus ada perubahan formasi yang bawa kendaraan (Fajar TN terpaksa harus aku boncengkan) alasannya tidak bisa kusebutkan disini (karena dia bawa motornya malah bisa membahayakan orang yang diboncengkan dan kami pikir klo dia masih tetap di depan mungkin kami akan nyampe pantai habis maghrib. Lho kok malah aku sebutkan alasannya ya…..sorry TN, kelepasan aku sebutkan. Jangan marah ya……, itu kan dulu….sekarang kan fajar TN sudah bisa bawa motor sendiri, sudah bisa ngebut malah. Jos tenan pokoke!!! Arep nyaingi Ain? Cerita Fajar TN cukup sekian dan tidak usah dilanjutkan), kami juga sempat ngisi bensin di wonosari, dan terpaksa kami atur formasi lagi karena ada mokmen dan salah satu yang bawa motor ga bawa SIM. Selanjutnya perjalanan dari Wonosari cukup lancar tidak ada tanda-tanda kemacetan, tetapi waktu menjelang finish di pantai, aku melihat sepasang muda-mudi terjatuh keluar jalan di tikungan karena ban motornya kena pasir waktu belok. Kami berhenti sebentar berusaha untuk menolong dan sekedar untuk melihat-lihat saja. Setelah melihat kejadian ini kami menjadi lebih berhati-hati, takut mereply kejadian muda-mudi tersebut. Akhirnya setelah 3 jam perjalanan kami merasakan nyiur melamabai-lambai, deburan ombak memangil-manggil. Kami sampai di pantai……………..

Pantai pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Sepanjang karena menurut pengalamanku susur pantai disana, pantai yang paling sepi dan indah adalah pantai Sepanjang (itu dulu……..). ternyata pengalamanku benar, pantai Sepanjang seperti milik kami sendiri. Sangat sedikit yang pergi ke sini, pantai ini masih belum dikelola dengan baik. Masih perawan dan liar !!!! di sini kami bermain air sepuasnya, ada yang berenang-renang mengikuti alunan ombak, ada yang Cuma duduk2 liat2 yang lain, ada juga yang merelakan tubuhnya ditimbuni pasir laut pelaku kebodohan ini adalah Buset, siapa lagi klo bukan dia. Semua orang dipaksa masuk ke air minimal seluruh tubuhnya terkena air tidak terkecuali para wanita, hanya satu yang masih kering. Orang yang sangat beruntung itu adalah Sri Rahayu yang asalnya dari Semin dan yang paling ngosek di Sipil UNS sepanjang jaman. Kami tidak berani untuk memaksanya terkena air karena dia bukan muhrim kami. Satu yang spesial dari Sri pada waktu itu. Yaitu Sri masih pakai celana panjang (ga percaya kan sri pakai celana panjang ???) belum memakai rok. Mungkin ini terjadi karena pada waktu itu kita belum mendapatkan mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan. Di pantai ini, aku sempat menggak minuman keras. Benar-benar keras memang karena yang aku minum adalah bensin murni dari pom bensin (bayangpun…???). katanya teman-teman sih extra joss ternyata itu adalah bensinnya buset yang diwadahi botol aqua 1.5 literan. Aku tertipu mentah-mentah, hampir saja dia mencelakaiku. Mungkin ALLAH masih menyanyangiku karena aku belum sempat memasukkan bensin ini ke dalam tubuhku, aku segera memuntahkannya. Tapi ini adalah pengalaman yang tidak dapat aku lupakan sepanjang hayatku.

Setelah puas bermain di pantai Sepanjang kami melanjutkan perjalanan ke pantai Sundak. Perjalanan kami lanjutkan tanpa membersihkan diri terlebih dahulu karena di Sepanjang ga ada kamar mandi kalaupun ada pasti bayar, kami putuskan untuk sekalian mandi di rumah Sri. Kami yakin tubuh kami akan kering secara alamiah dalam perjalanan (anehnya hal ini terbukti benar). Kami berhenti di Pantai Sundak, di sini sebagian perempuan ada yang tidak sanggup menahan lapar perutnya dan memutuskan makan dulu walaupun di rumah Sri makan lagi. Para laki-laki terpaksa menahan lapar karena minimnya budget, akhirnya kami menikmati indahnya pantai dari atas sebuah batu karang. Sebagian lihat-lihat pantai klo-klo ada yang butuh pertolongan kami, sebagian yang lain hunting wanita. Kami dipaksa untuk menerima kekecewaan karena kebanyakan wanita masih dibawah umur yang belum pantas untuk digoda. Tapi tak apalah, kami cepat bosan di sini. Makanya kami tidak berlama-lama di sini, dari sini kami memutuskan untuk pulang karena hari juga masih panas. Pulangnya kami sudah melupakan kejadian muda-mudi yang jatuh (begitu cepat kami melupakannya). Faktanya semua menjajal kemampuan maksimal motornya, di atas 90 km/jam motor dipaksa berlari. Ini juga pembuktian Ain sebagai pembalap nomor wahid di Sipil UNS. Semua laki-laki dibabat habis, Sri yang nggonceng saja hampir melayang-layang (untung Sri imannya kuat, dia terus berdoa sepanjang perjalanan). Mungkin ini juga jadi sayembara buat Ain, bagi laki-laki yang bisa mengalahkannya akan dijadikan pendamping hidupnya. Semua berusaha untuk mengalah, hanya ada 2 yang berpeluang mengalahkannya yaitu Purwanto (emang ini rival terberat Ain) dan satunya adalah Danang budi Nugroho yang perutnya sudah kepengin boker, daripada keluar di jalan maka dia ngebut sekencang-kencangnya untuk sampai pertama kali di rumahnya Sri dan bisa menggunakan kamar mandi tanpa ada yang mengganggu (mungkin ini juga akibat ga mau keluar uang 1000 perak untuk bayar di kamar mandi pantai). Ternyata pemenangnya adalah Sri, Ain ikut jadi pemenang karena memboncengkan Sri. Sri jadi pemenang karena yang tau rumahnya Sri kan Cuma dia seorang, secepat apapun yang lain pasti nunggu dia pasar Semin. Sampai sekarang belum ada yang bisa mengungkap misteri siapa yang bisa mengalahkan Ain. Wallahu Alam.

Kepercayaan penuh kami kepada Sri ternyata tidak sia-sia, sampai di rumah Sri kami dijamu dengan baik. Lebih tepatnya kami berpesta pora!!! Pas lapar-laparnya, gratis lagi. Pokoke Mak Nyus !!! di rumah Sri kami mandi sepuasnya, disini kami juga tersadar bahwa stigma negatif bahwa Gunung Kidul adalah daerah yang kering dan kekurangan air tidak terbukti di sini. Air melimpah ruah di sini, ibaratnya orang kencing pasti jadi air. Dan yang jelas mandi di sini ga harus bayar.

Setelah merasa kenyang, kami berpamitan kepada kedua orang tuanya Sri untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan kami masih sangatlah panjang dari Semin ke Solo, penuh onak dan rintangan. Perlombaan adu cepat motor kami mulai lagi dari rumahnya Sri ke Solo. Semua melaju sekencang-kencangnya berharap selamat sampai Solo. Belum begitu petang kami semua sampai Solo dengan selamat. Semua suka karena telah mengalami pengalaman hidup yang sangat menyenangkan dan sangat cocok untuk cerita anak putu. Aku yakin yang ga ikut touring ini pasti akan menyesal sepanjang hidupnya dan berharap doraemon akan datang membawa pintu ajaib dan mau mengantarnya kemabali ke masa ini . tapi itu mustahil !!! tetaplah kecewa sepanjang hidup Anda !!!! makanya kalau ada acara main-main itu ya proaktif untuk ikut. Syukur-syukur mau mbayari. Sing Mbaurekso melaporkan untuk Blog Sipil 2004.

& Komentar

  1. mardaniska berkata,

    asem..
    aku ra melu.. :(

    lha kowe kui qo y ra melu ki ngopo?ng ndi wae kowe nis??

  2. penasehat berkata,

    wah apik, ada tim genap ama tim ganjil…
    wakakaka

    nostalgia jaman bahuela…

    penasehat qo isoe mung wakakaka tok..sg jenenge penasehat yo kudu ngeki nasehat..ora mung wakakaka tok..

  3. taufiq berkata,

    kowe sopo?ngaku ngaku penasehat!

    mbok ben,
    penasehat, menerima jasa konsultasi masalah kuliah, jodoh, cinta, rumah tangga, sampai mencarikan pasangan

    wakakakakaka

  4. ipram berkata,

    wah sing dibahas koq ming touring neng gone sri!!!!
    trus sing liyane endi?
    trus kapan arep touring meneh?!!

  5. agil(adi gila) berkata,

    wkakwkakwkak…..ceritanya keren……
    jadi keinget pas touring juga….hehehehe

  6. ipit berkata,

    subhanalloh…..
    wah bud aku jadi cekikikan dewe ki neng labkom, baru sempat dolan – dolan ke blog meskipun wes ketinggalan tapi ceritanya tetep SUERU…..
    jadi mau nih masa jahiliyahku kesebut tapi ya gapapalah sing penting sekarang dah lebih baik.amin
    ayo bud dibuat ceritanya yang ke Bribin pasti tambah seru…apalagi kalo yang bumbuhi sing mbaurekso pastinya tambah sueru… ituloh edutainment qita ma mbak watik juga

  7. singmbaurekso berkata,

    belum sempat nulis mbak sri.klo ada waktu aku akan nulis.heuheu

Tulis sebuah Komentar