Demo Komersialisasi Kampus

Juli 7, 2008 at 7:46 am (Satu-satunya di UNS) (, , , , , )

Pagi hari Kamis 3 Juli 2008 serombongan orang tidak dikenal (karena aku salahsatupun ga ada yang kenal), tetapi yang jelas mereka adalah anggota BEM UNS berorasi di boulevard menuntut dihapuskannya komersialisasi kampus. Jumlah mereka tidak begitu banyak tetapi juga tidak terlalu sedikit. Semua sudah siap dengan atribut masing-masing, ada yang membawa lembaran karton yang sudah ditulis bermacam-macam tulisan yang intinya tidak puas dengan rektorat dan komersialisasi kampus, ada yang membawa bendera, ada juga yang bermodalkan teriak-teriak. Pokoknya seru deh, tapi tidak banyak yang memperhatikan mungkin karena ga ada yang bakar ban atau berkelahi dengan polisi. Karena dalam demo ini tidak dijaga aparat kepolisian, bahkan aparat kampus juga tidak dijaga. Mungkin semua aparat amat sangat yakin bahwa mahasiswa UNS berbudi pekerti luhur dan santun dalam menyampaikan pendapatnya. Jadi tidak perlu khawatir akan berbuat anarkis. Tetapi kaget juga lho tadi waktu ada yang berorasi ”rektorat sudah tidak becus mengelola kampus ini. Mari kita duduki rektorat!!!!!”(emang klo dah diduduki mau apa mas??? Klo Cuma mau duduk juga ga ada yang nglarang !!!!)

Agak siang para mahasiswa sudah merangsek masuk di depan kantor rektorat, tapi para satpam masih sedikit dan masih agak acuh dengan demo ini. Lebih siang lagi sudah tidak ada mahasiswa sudah tidak ada yang berdemo, istirahat makan siang atau sudah capek teriak-teriak trus pulang sendiri atau yang lebih menakjubkan lagi para mahasiswa sudah berhasil mengkudeta rektorat. (menurut Anda apa yang terjadi ?????)

Mari kita cermati demo kali ini……….

Demo ini menolak adanya komersialisasi kampus. OK!! Aku setuju. Karena dengan adanya komersialisasi kampus, sekarang kampus keliatan hanya berlomba-lomba mencari uang tidak sebanding dengan peningkatan kulitas kampus. Semakin sulit untuk orang yang tidak mampu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Artinya akan semakin sedikit orang pintar yang ada di negeri ini. Coba kita lihat keadaan yang ada di UNS. Menurutku biaya spp untuk 1 semester di UNS masih paling murah diantara perguruan tinggi yang lain. Bahkan masih mahalan adekku yang masih sekolah di SMA. Realistis saja, dengan biaya yang cukup murah UNS agak susah untuk meningkatkan sarana dan prasarana dalam menunjang kualitas pendidikan. Sedanglkan pemerintah menghimbau untuk setiap universitas bisa mandiri. Trus gimana solusinya???

Kenaikan biaya yang berlebihan juga akan merugikan para mahasiswa maupun calon mahasiswa. Besarnya kenaikan harus wajar dan memperhatikan kondisi masyarakat saat ini, dan dengan adanya kenaikan harus diimbangi juga peningkatan kualitas pendidikan. Kualitas harus selalu ditingkatkan untuk menuju Universitas Nomer Satu (katanya sih…..bisa ga ya??? Mungkin klo nomer satu di surakarta masih mungkin kali yeeee). Lihatlah pembangunan yang dilakukan UNS akhir-akhir ini, uangnya darimana???bisa bayangkan ga, dengan spp yang sangat murah tetapi UNS masih bisa gedung berarti itu tandanya UNS adalah universitas yang sangat hebat dan menakjubkan. (berlebihan….).

Ditulis SingMbaurekso untuk Blog Sipil 2004

7 Komentar

  1. fotoponsel berkata,

    halah..iki acara opo maneh to jane..ganyang rektorat???
    kalau demo ya demo yang baik-baik..kata-kata ganyang menurutku terlalu provokatif, untung saja kemaren g berakhir dengan aksi anarkis. kata ganyang cuma pantes kalau diikuti malaysia, jadine ganyang malaysia!

  2. fotoponsel berkata,

    emang klo dah diduduki mau apa mas??? Klo Cuma mau duduk juga ga ada yang nglarang !!!!

    aku setuju banget dengan kalimat ini, demo ya demo, kritis ya kritis, yang penting tetep logis!!

  3. mardaniska berkata,

    Halo bung, manusia sudah pinter semua…
    yang namanya demo musti ada dasarnya, kalo asal ya bikin males…lagian sbg mahasiswa ya harus bisa pilih-pilah sendiri tow! bener gak?
    mari jujur..hehehe..

  4. SingMbaurekso berkata,

    katanya mahasiswa itu pinter tapi kok…………
    sebaiknya klo kita demo kata-katanya yang lebih santun lagi dan dengan cara-cara yang simpatik.kata-kata kita melambagkan pribadi kita.katanya mau membela rakyat, tapi kata-katanya saja sudah kasa gitu………
    mungkin lebih pas lagi klo gayang makanan.gimana???

  5. bla2 berkata,

    suusahnya pemimpin ya gini ini……sukar mengambil keputusan..

  6. wong sipil berkata,

    maksudnya????

  7. bla2 berkata,

    takok o rektoer..

Tulis sebuah Komentar