Jaket Angkatan Sipil 2004

Juli 7, 2008 at 7:40 am (Hanya ada di 2004) (, , , , )

Sebagai identitas angkatan dan biar diakui eksistensinya di dunia Teknik Sipil UNS maka dengan tekad yang bulat kami Angkatan 2004 memutuskan untuk membuat jaket angkatan. Ide sudah ada sejak semester 3 tapi realisasinya……..harus menunggu sampai angkatan 8. Butuh proses yang sangat panjang dan sangat melelahkan. Lamanya proses ini mungkin dulu dikarenakan banyaknya kepentingan karena tergiur dari laba yang akan diperoleh jika bisa memenangkan tender pembuatan tender. Akibat dari konflik ini maka proses pembuatan jadi semakin lama. Bahkan tenderpun tidak pernah diselenggarakan. Dibutuhkan orang-orang yang ikhlas dan rela berkorban untuk mengurusi hal yang sangat rentan menimbulkan cemoohan dan hujatan ini. Akhirnya terpilihlah orang yang sangat tepat untuk mengurusi hal ini yaitu Rio Kurniadi (ketua angkatan) sebagai penanggung jawab dan Ipram sebagai eksekutor di lapangan (maksudnya tukang tagihnya). Semuanya sepakat dan tidak ada yang protes, mungkin karena berlarut-larutnya proses ini tanpa adanya realisasi, kayak Pilkada Maluku Utara aja.

Ditetapkan untuk uang mukanya sebesar Rp 75.000,00 dan kenyataannya harga ini sebagai harga jaket karena tidak ada uang kembalian dan tidak ada uang tambahan. Semua berjalan lancar?? Tentu tidak!!! Seperti pepatah Jawa yang mengatakan bahwa “bedho silit bedho anggit” yang artinya beda orang beda keinginan. Sangat sulit menyatukan pendapat tentang bahan dan model jaket. Tetapi apapun tantangannya kita harus tetap sabar, kita harus menampung aspirasi semua orang tanpa ada orang yang merasa didzolimi. Sidang istimewa angkatanpun akhirnya digelar untuk menentukan hal ini tetapi yang hadir tidak semuanya. Ini juga bukti betapa demokratisnya Sipil angkatan 2004. Dari sidang ini diputuskan bahan dan model jaket.

Untuk melakukan percepatan maka Ipram sebagai eksekutor di lapangan menunjukkan tanggung jawabnya dengan setiap hari mebawa catatan dan menagih anak-anak 2004 yang pura-pura lupa untuk membayar uang jaket (pokoknya Ipram sudah kayak Bank Plecit aja……..). banyak juga yang takut juga dengan keganasan Ipram. Proses penagihan uang tidak mempunyai banyak kendala, kendalanya mungkin banyak yang alasan tidak punya uang lah, pura-pura mendadak ada kuliah klo didatangi iPram, mau nguras WC lah, intinya adalah gimana caranya punya alasan ke Ipram klo bayar jaketnya nanti-nanti aja. Apapun yang terjadi Ipram kayak Bank Plecit.

Selama proses penagihan uang, desain sudah masuk ke tempat pembuatan jaket. Fitting jaket juga dilakukan untuk memperoleh ukuran yang pas. Akhirnya perjuangan selama 5 semester………..Jaket Angkatan Teknik Sipil UNS 2004 dapat terwujud. Kata-kata syukur alhamdulillah bergema dan bergaung di seantero UNS menyambut jadinya jaket angkatan. Akhirnya………………………

Tidak ada yang protes terhadap hasil Jaket Angkatan ini sebagai wujud dari menghormati orang-orang yang mengurusi jaket angkatan ini. Sebenarnya seperti pepatah Jawa lagi ”tidak ada bokong yang tak retak” artinya tidak ada yang sempurna di dunia ini pasti ada retaknya. Tak terkecuali jaket angkatan ini banyak sekali retaknya. Apapun yang terjadi kami tetap bangga akan jaket angkatan ini dan kami akan menggunakan dan menjaganya dengan sepenuh hati.

Akhir kata tidak lupa kami ucapkan kepada saudara Rio Kurniadi dan Ipram atas kesediaan waktu dan tenaganya mengurusi Jaket Angkatan ini.

Ditulis SingMbaurekso untuk Blog Sipil 2004

Tulis sebuah Komentar