Filosofi Monyet

Juli 17, 2008 at 12:38 am (Hikmah dan Motivasi) (, , )

Saya pernah membaca suatu hal yang menarik tentang perangkap. Suatu sistem yang unik, telah dipakai di hutan-hutan Afrika untuk menangkap monyet yang ada disana. Sistem itu memungkinkan untuk menangkap monyet dalam keadaan hidup, tak cedera, agar bisa dijadikan hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

 

Sang pemburu monyet, akan menggunakan sebuah toples berleher panjang dan sempit, dan menanamnya di tanah. Toples kaca yang berat itu berisi kacang, ditambah dengan aroma yang kuat dari bahan-bahan yang disukai monyet-monyet Afrika. Mereka meletakkannya di sore hari, dan menanam toples itu erat-erat ke dalam tanah. Keesokan harinya, mereka akan menemukan beberapa monyet yang terperangkap, dengan tangan yang terjulur, dalam setiap botol yang dijadikan jebakan.

 

Tentu, kita tahu mengapa ini terjadi. Monyet-monyet itu tak melepaskan tangannya sebelum mendapatkan kacang-kacang yang menjadi jebakan. Mereka tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples, lalu mengamati, menjulurkan tangan, dan terjebak. Monyet itu, tak akan dapat terlepas dari toples, sebelum ia melepaskan kacang yang di gengamnya. Selama ia tetap mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat, sebab tertanam di tanah. Monyet tak akan dapat pergi kemana-mana.

 

Kita mungkin tertawa dengan tingkah monyet itu Kita bisa jadi terbahak saat melihat kebodohan monyet yang terperangkap dalam toples. Tapi, mungkin, sesungguhnya, kita sedang menertawakan diri kita sendiri. Betapa sering, kita mengenggam setiap permasalahan yang kita miliki, layaknya monyet yang mengenggam kacang. Kita sering mendendam, tak mudah memberikan maaf, tak mudah melepaskan maaf, memendam setiap amarah dalam dada, seakan tak mau melepaskan selamanya.

 

Seringkali, kita, yang bodoh ini, membawa “toples-toples” itu kemana pun kita pergi. Dengan beban yang berat, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap dengan persoalan pribadi yang kita alami. Teman, bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lalu, dan menatap hari esok dengan lebih cerah?

 

Bukankah lebih menyenangkan, untuk memberikan maaf  bagi setiap orang yang pernah berbuat salah kepada kita? Karena, kita pun bisa jadi juga bisa berbuat kesalahan yang sama. Bukankah lebih terasa nyaman, saat kita membagikan setiap masalah kepada orang lain, kepada teman, agar di cari penyelesaiannya, daripada terus dipendam?!

 

16 Tanggapan

  1. barjono berkata,

    Informasi lowongan kerja untuk S1 Teknik Sipil dan S1 Ekonomi Akuntansi/Manajemen di kontraktor BUMN bisa dilihat di :
    http://safety4abipraya.wordpress.com/
    http://kc4abipraya.wordpress.com/

    ok pak barjo..matur nuwun infonya..kami tunggu info2 yang laen..jangan kapok maen kesini ya pak..

  2. wa cinta 2004 berkata,

    saatnya kita belajar dari kearifan alam dan makhluk-makhluk Allah yang lain
    ^^

  3. SingMbaurekso berkata,

    yang merasa monyet……..

  4. taufiq berkata,

    yang merasa temannya monyet…

  5. tupe berkata,

    wah apik kie

  6. siakur berkata,

    DELON…………………..dERITA lO NyET

  7. RIZKI PURY H berkata,

    apikkkkk..eee… monyere… mirip tumar

  8. Edi Hulu berkata,

    monyet berwibawa melebihi para koruptor negara

  9. sevT berkata,

    the bez animal everrrrrrrrrrrrrr

    luv U nYet…..

  10. EKO S berkata,

    Kayanya cerita ini lebih cocok di identikkan dengan keserakahan deh. Soalnya monyet tuh ga mau melepas makanan yang ada di toples alias serakah. Manusia juga kadang begitu terlalu serakah bukannya menguntungkan diri sendiri tapi malah membuat susah diri sendiri. Tapi gpp deh

    BAGUS2

  11. riiska berkata,

    monyet” skrg lebih pintar…………!!!!!!!!!!!!!!!!
    n banyak yg luthu jga monyetna………………….

  12. Opik berkata,

    Sebaiknya Jebakan Toples itu digunakan untuk para Koruptor, cuma umpannya jangan kacang tapi uang rakyat, saya yakin akan sangat efektif, karena otak para koruptor tidak lebih tinggi dari monyet

  13. penasehat berkata,

    hohohoho…

    mas opik jangan meremehkan Koruptor Indonesia mas…

    mereka tu lihai lho.. kalo ada sidang bisa ngeluarin surat sakit..

    kalo dipanggil paksa bisa kabur ke luar negeri..

    hati-hati mas… bisa-bisa kalo “tangan” mereka gak bisa keluar, malah sekalian toplesnya dibawa kabur…

    hahahahaha…

  14. sok tau berkata,

    @penasehat emang bener kata loe, para koruptor kita emang canggih layak gambar monyet diatas, monyet-monyet berpendidikan….

    harusnya bukan toples yang dipasang, jebakan beruang… biar pas ngambil langsung putus itu tangan
    ^^

  15. anggie berkata,

    k3r3eeeeeeeeeeeen cing,
    aq cuka********
    :)

    • penasehat berkata,

      wah, terima kasih… baru tau aer cuka bisa post comment juga… mantabh..

Tulis sebuah Komentar