Wisata Kuliner II : Iga Bakar Bumbu Bali
assalamualaikum
Alhamdulillah, wa bisa nulis lage tentang pesona kuliner solo. Sebenarnya banyak banget yang mau diposting disini, tetapi karena kebanyakan jadilah 1 restoran 1 postingan.
Nah kali ini wa akan mencoba melaporkan hasil liputan kuliner wa dari daerah colomadu. Berikut laporannya.
Rabu, 9 juli 2008
Udara malam di kota solo seminggu terakhir benar-benar dingin menusuk tulang, angin berhembus sedikit kencang menambah dinginnya malam itu, bersama mobil katana biruku, wa menjelajah wilayah colomadu. Malam itu suasana cukup ramai di daerah perempatan colomadu. Serupa dengan pusat restoran kaki lima di kota barat, di daerah perempatan colomadu-pun banyak penjaja makanan kaki lima di kiri kanan jalan. Setelah cukup lama wa berkeliling di sepanjang jalan adi sucipto, akhirnya pilihan wa sampai pada sebuah restoran kecil di pinggir jalan. Tampilan restoran kecil ini sangat biasa seperti layaknya restoran lain. hanya saja terpampang sebuah Advertising di depan restoran tersebut yang bertuliskan : PERTAMA DI DUNIA, IGA SAPI BUMBU BALI.
Wa cukup penasaran dengan dengan anonim diatas. Akhirnya wa masuk dan ulai memesan menu.
List menu di restoran ini sedikit sekali. Hanya ada sekitar 4-5 menu makanan dan kesemuanya berbahan dasar iga sapi. Price yang ditawarkan pun cukup mahal, 15 ribu rupiah untuk setengah porsi iga.
Malam itu wa memesan 1/2 porsi iga bakar pedas + nasi putih dan segelas es teh. After 15 minutes, pesanan wa datang dan terhampar di meja.
Hemm…. pandangan pertama cukup menggoda, benar-benar menggoda tepatnya. 1/2 porsi iga yang ternyata cukup besar dibakar dengan sempurna. Bumbu yang melekat terlihat menyatu dengan daging iga. Masih ditambah dengan semangkuk kuah sebagai pelengkap hidangan. Tanpa basa-basi wa mulai menyantap hidangan yang tersaji.
Diluar dugaan, ternyata daging iga ini sangat lembut. Kendati disiapkan pisau untuk memotong, wa cukup menggunakan tangan saja untuk memisahkan daging dengan tulangnya. Bumbu khas bali (seperti bumbu rujak) terasa nikmat dilidah. Plus masih ditambah dengan kuah yang memiliki rasa khas. Perpaduan yang sempurna. Kuah ini sedikit asin, tapi akan sangat nikmat bila dituang ke nasi dan dimakan dengan iga bakar.
wew… sebuah pengalaman baru dalam menikmati iga bakar.
kendati cukup mahal, 15 ribu untuk 1/2 porsi dan 28 ribu untuk 1 porsi, wa cukup puas malam itu. Kuliner Solo memang gak ada matinya..!!!!
warm regard,
DENRIO







ruben berkata,
Juli 22, 2008 pada 6:00 am
mbak/mas hehehe… wordpressnya pasangi iklan biar dapat duit aku liat di search engine blog saudara lumayan teratas , ni link program bisnis yang menyediakan iklan dan kita dapat bayaran
http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=6719 sekarang wordpress juga bisa bergabung , dulu hanya blogger
wah..makasih banget sarannya..tar ak coba dech…
fotoponsel berkata,
Juli 22, 2008 pada 9:41 am
cieee…kencan pertama to pak?
“Hemm…. pandangan pertama cukup menggoda, benar-benar menggoda tepatnya”. Maksude????
ilovesolo berkata,
Juli 22, 2008 pada 4:48 pm
rio si raja mbadog
hascarya berkata,
Juli 26, 2008 pada 10:10 am
Mak nyusss tenan ..sayang kemarin mau makan2 malah aku ra iso teko arep teko tinngal es batu karo nasi putih…wah rasido teko neng makan2…ditunggu ya tentang posting makan2nya..he2