Practical dan Theoretical

2 Komentar

agan-agan sekalian, kali ini aku ingin bicara soal optimasi,

apakah ada di antara kalian yang pernah mendesain pondasi untuk tower crane? dalam setiap desainnya selalu memang disarankan menggunakan pondasi pile, pancang, atau sejenisnya. dalamnya bisa 6 meter atau bahkan lebih, luas cap-nya juga sekitar 6-8an meter rata-rata.

coba kalian pikirkan, apakah selalu desain pondasi untuk tower crane harus seperti itu. kalau cara praktis tukang, aku bisa bilang, “,…wis, digawe ngono ae,… aman,. aman,… ra sah kesuwen,…” hehe,…

lha terus buat apa kita sekolah di jurusan teknik sipil kalau pada akhirnya kita cuma bisa praktis-praktisan gitu? hayo? gimana ini?

kosek..kosek,..

sebenernya, tugas kita sebagai engineer kan bukan cuma untuk melakukan hafalan semacam itu kan?

kehadiran kita di lapangan, di proyek yang sedang kita tangani adalah bukan hanya untuk sebagai pelaksana, tapi ada sebagian tugas kita untuk review, kita sebaiknya mampu melihat peluang-peluang untuk optimasi di lapangan. dengan ilmu kita, kita bisa buat berbagai macam optimasi.

menilik ke kasus pondasi tower crane tadi, coba dipikirkan, apakah ya harus seperti itu? tidak, seharusnya tidak seperti itu. berfikir practical itu boleh, tapi jangan melupakan teori.. jangan pernah melupakan teori.

jadi, jika berfikir untuk membuat pondasi tower crane itu misalnya, coba lah ditengok dulu itu tanahnya, ruang sekitar dan dana yang ada, jika masih bisa diminimalkan/optimalkan kan maknyus juga itu. siapa tahu kalau tanahnya oke, bahkan kita malah bisa buat pondasinya pake raft yang dangkal itu. Lagi

Bekerja adalah PILIHAN

3 Komentar

jika masih ada yang menganggur karena bilang “tidak ada lowongan”, maka jelas sekali dia melakukan kebohongan yang sangat besar. karena pada dasarnya setiap hari, lowongan pekerjaan ini selalu ada. bahkan di satu sisi banyak perusahaan yang merasa KESULITAN mendapatkan tenaga kerja.

jadi inilah sebabnya aku bilang bahwa BEKERJA ADALAH PILIHAN. pilihan bahwa kau akan bekerja atau tidak, pilihan bahwa kau akan bekerja di bidang apa dan pilihan bahwa kau  akan bekerja di tempat seperti apa.

dengan mengetik kata “lowongan kerja” di google, sangat sederhana, kita bisa tahu betapa banyak perusahaan yang menginginkan mendapatkan karyawan hari itu. yang jadi masalah sekarang adalah, kita mau tidak?

“…selalu ada jalan lain ke Roma…”

untuk menuju kesuksesan, kita tidak diharuskan berjalan pada satu jalan saja. ada banyak sekali jalan menuju ke kesuksesan. kemudian muncul pertanyaan lagi, jalan seperti apa yang kita mau? jalan yang baik atau yang kurang baik? itu semua bisa dipilih, saking banyaknya lowongan pekerjaan setiap harinya.

kita juga tidak perlu terkotak-kotak dengan opini “bekerja enak yang PNS” atau “bekerja paling ideal adalah wirausaha”. jangan! jangan sampai terbatasi oleh semua itu! jika kau mampu semuanya, kenapa tidak? atau jika memilih jalan lain, boleh-boleh juga. semua tergantung pilihan kita.
Lagi

Working Abroad ?

3 Komentar

 

sumber gambar : saung-elmu.blogspot.com

Beberapa orang bilang kerja di luar negeri itu ndak enak…. berat… hmmm,… sebenarnya ga juga kok.. itu semua tergantung bagaimana kita menyikapinya saja. Kita mau tinggal di Jakarta, di Solo, di Tangerang, si Jeddah, di Paris atau di manapun kalau kita enjoy, why not?

Bagi para expatriat (sebutan untuk orang yang bekerja di luar negeri), bekerja di luar negeri memberi arti khusus. Banyak hal yang membuat orang-orang itu bisa bertahan lama, antara lain :

1. Petualangan
Mereka, yang lama di luar negeri itu, sangat menyukai petualangan, melihat tempat-tempat baru… luar biasa. Dunia ini luas, jadi kenapa kita harus terpaku pada satu daerah saja?

2. Perspektif Global
Orang-orang yang bekerja di luar negeri dan sanggup bertahan lama adalah orang-orang yang berfikir luas. Mereka adalah orang-orang yang cukup fleksible untuk menerima hal-hal baru yang sebelumnya tidak ada menjadi ada dalam dirinya.

3. Pertumbuhan Karir
Banyak expatriate menjadikan “bekerja di luar negeri” sebagai peletup karirnya. Tidak dipungkiri, pengalaman bekerja di luar negeri mempunyai nilai tambah tersendiri di hadapan perusahaan-perusahaan lokal dalam negeri. Selain itu, bekerja di luar negeri memungkinkan peluang penghasilan yang relatif lebih banyak, saving lebih banyak.

4. Skill dalam Bahasa
Cara efektif belajar bahasa suatu negara adalah dengan pergi ke negara itu. Ini jelas!!

5. Masalah Rohani
Ada tempat-tempat khusus tujuan expatriat untuk bekerja sekalian mencari sisi-sisi religi, contohnya : Saudi Arabia.
Lagi

Filosofi Monyet

22 Komentar

Saya pernah membaca suatu hal yang menarik tentang perangkap. Suatu sistem yang unik, telah dipakai di hutan-hutan Afrika untuk menangkap monyet yang ada disana. Sistem itu memungkinkan untuk menangkap monyet dalam keadaan hidup, tak cedera, agar bisa dijadikan hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

 

Sang pemburu monyet, akan menggunakan sebuah toples berleher panjang dan sempit, dan menanamnya di tanah. Toples kaca yang berat itu berisi kacang, ditambah dengan aroma yang kuat dari bahan-bahan yang disukai monyet-monyet Afrika. Mereka meletakkannya di sore hari, dan menanam toples itu erat-erat ke dalam tanah. Keesokan harinya, mereka akan menemukan beberapa monyet yang terperangkap, dengan tangan yang terjulur, dalam setiap botol yang dijadikan jebakan.

 

Tentu, kita tahu mengapa ini terjadi. Monyet-monyet itu tak melepaskan tangannya sebelum mendapatkan kacang-kacang yang menjadi jebakan. Mereka tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples, lalu mengamati, menjulurkan tangan, dan terjebak. Monyet itu, tak akan dapat terlepas dari toples, sebelum ia melepaskan kacang yang di gengamnya. Selama ia tetap mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat, sebab tertanam di tanah. Monyet tak akan dapat pergi kemana-mana.

 

Kita mungkin tertawa dengan tingkah monyet itu Kita bisa jadi terbahak saat melihat kebodohan monyet yang terperangkap dalam toples. Tapi, mungkin, sesungguhnya, kita sedang menertawakan diri kita sendiri. Betapa sering, kita mengenggam setiap permasalahan yang kita miliki, layaknya monyet yang mengenggam kacang. Kita sering mendendam, tak mudah memberikan maaf, tak mudah melepaskan maaf, memendam setiap amarah dalam dada, seakan tak mau melepaskan selamanya.

 

Seringkali, kita, yang bodoh ini, membawa “toples-toples” itu kemana pun kita pergi. Dengan beban yang berat, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap dengan persoalan pribadi yang kita alami. Teman, bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lalu, dan menatap hari esok dengan lebih cerah?

 

Bukankah lebih menyenangkan, untuk memberikan maaf  bagi setiap orang yang pernah berbuat salah kepada kita? Karena, kita pun bisa jadi juga bisa berbuat kesalahan yang sama. Bukankah lebih terasa nyaman, saat kita membagikan setiap masalah kepada orang lain, kepada teman, agar di cari penyelesaiannya, daripada terus dipendam?!

 

Cinta dan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

2 Komentar

Allah Ta’ala berfirman :

Katakanlah:”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

Ayat ini menerangkan bahwa tanda dari kecintaan kita kepada Allah adalah mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan bahwa mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sarana untuk mendapatkan kecintaan dan ampunan dari Allah Ta’ala.

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

” Seseorang di antara kamu belum beriman sehingga aku lebih dicintainya daripada kedua orangtua, anaknya dan seluruh manusia.” HR. Bukhari dan Muslim.

dalam diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terdapat akhlak yang mulia, keberanian dan kemuliaan. Barangsiapa melihatnya secara tiba-tiba akan takut kepadanya, dan barangsiapa yang bergaul dengannya maka dia akan mencintainya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyampaikan risalahnya, memberi nasihat kepada umat, mempersatukan kalimah, membuka beberapa hati manusia bersama para sahabatnya dengan mempersatukan mereka dan membuka banyak negeri dengan perjuangan mereka untuk membebaskan manusia dari penyembahan sesama manusia menuju penyembahan terhadap Tuhan manusia. Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.