Tersenyum yooo…

Juni 1, 2009 at 11:35 pm (1) ()

senyum adalah sedekah…
hahahahaha… pasti inget dengan kalimat diatas…

yen dipikir-pikir, senyum iki memang penting lho… karena dengan senyum bisa menghilangkan jerawat-jerawat di wajah, lho..!??!? koq nyasar ke jerawat ?!?! hahahahaha…

sebelum tambah ngaco, ane mo nulis-nulis kalimat indah ah..
sok disimak mang…

SENYUM

Sebuah senyuman kecil,
ia-nya bisa menjelma menjadi ribuan kata ketika kita terdiam,
ia-nya bisa menjadi maaf ketika kita tak sanggup memaafkan
ia-nya bisa menjadi obat mujarab pada luka-luka hati yang tak terobati
ia-nya menjelma menjadi sesuatu yang lebih berharga dari harta
ia-nya bisa juga menjadi sarana ke-RIDHO-an Allah SWT…

sebuah senyuman kecil,
tak mahal untuk dibeli, tak pula susah untuk dicari
selalu tersedia di wajah-wajah cucu anak adam

sebuah senyuman kecil,
mampu merubah kerasnya pisau menjadi lembutnya roti
mampu merubah tajamnya duri menjadi indahnya mawar
mampu merubah dinginnya hati menjadi sejuknya embun…

sebuah senyuman kecil,
mengganti tangis kepergian menjadi lembut kerinduan
merubah sumpah serapah menjadi doa terindah

sebuah senyuman kecil,
mengganti tombak, batu bahkan bom menjadi sepiring kue yang manis
segelas teh yang hangat dan seriuh tawanya ketika menikmatinya bersama-sama

sebuah senyuman kecil,
menjelma menjadi titian, ketika kami tak lagi memahami mereka
dan mereka tak lagi mau memahami kami..

sebuah senyuman kecil,
semakin kecil dan terus mengecil sampai kadang tak lagi dirasakan kehadirannya…

Snapshot_20090601_1
Solo, DENRIO

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Hidup lagi… Segar lagi..

Juni 1, 2009 at 11:06 pm (1) ()

Setelah sekian lama blog ini vakum.. ane salah satu moderator blog ini mencoba untuk menggairahkan kembali hasrat menulis yang sudah lama nyemplung bebas alias tenggelam…

Nah, mangap-mangap juga buat pembaca blog ini karena udah capek-capek meninggalkan komentarnya hanya untuk diabaikan oleh si momod… duh duh… malangnya nasibmu le…

eh, nyaris kelewatan, ane juga mau menyapa teman-teman SIPIL UNS angkatan 2004, gak nyangka UNS masuk 200 besar universitas terbaik di ASIA… hebat ui.. kita lulusan yang diakui di tingkat ASIA…

akhirnya, ane mo nyemangatin ane punya modem coz, kasian banget modemnya sering dipakasa beraksi gila-gilaan sendirian di malam buta demi kepuasan sang juragan yang pengen nonton WOLFERINE ato YES-MAN… semangat dem, biar panas yang penting ngacir…

hahaahahahaha….

denrio joz

Permalink & Komentar

SUKSES MENUJU WISUDA

Desember 30, 2008 at 4:29 pm (1, Hanya ada di 2004)

1. Selesai pendadaran

2. Revisi

3. Minta tandatangan pembimbing + penguji

Tips & Trik : klo dosennya mau sekalian minta tanda tangan pengesahan sebanyak yang diperlukan, nego ma pembimbing + penguji agar laporan yang diserahkan berupa softfile saja dalam bentuk CD biar agak ngirit

4. Gandakan laporan sesuai kebutuhan

5. Minta tanda tangan kajur à PD 1 ( bu Nugroho bisa ditinggal di sekretaris dekan atau langsung minta sendiri biasanya malah lebih cepat) à minta cap fakultas

6. Datang ke bagian pendidikan fakultas

Minta form syarat-syarat wisuda

a. Pas foto 4×6 = 5 lembar (hitam putih) à untuk foto ijasah jadi usahakan wajahnya dipermak semaksimal mungkin (jangan pake foto editan sendiri) & foto 2×3 lembar (berwarna)

b. Karmas asli

c. Surat keterangan bebas KOPMA

Datang ke KOPMA + bayar à dapat surat bebas KOPMA

d. Kuitansi SPP terakhir

e. Surat keterangan bebas perpustakaan fakultas teknik

f. Surat keterangan bebas perpustakaan pusat

g. Surat bebas tanggungan beasiswa dari fakultas teknik ditandatangani PD III

Datang ke MAWA à isi form dan print sekalian di MAWA à minta tandatangan Bu Retnowati

h. Surat keterangan bebas IOM/BPI

i. Surat keterangan lulus dari jurusan

Dapat dari pengajaran

j. Surat pengantar dari dekan

Dapat dari pengajaran

k. Surat tanda terima laporan PKN

l. Surat tanda terima laporan skripsi

m. Fotocopy sertifikat TOEFL dari UPT P2B

n. Fotocopy ijasah SMU/SMK dilegalisir

o. Mengisi daftar riwayat hidup (diisi dulu ditempel foto dicopy 2x)

7. Datang ke perpus fakultas

Serahkan 2 buah laporan + CD (klo diminta) à dapat surat penyerahan skripsi

8. Dapat surat penyerahan skripsi dari perpustakaan (fotokopi 1 buah) à buat form nilai skripsi (didapat dari form skripsi) à ke pak Djumari minta nilai skripsi à ke Mbak Endah dibuatkan surat pengantar dari jurusan & pengantar dari dekan (tunggu sampai selesai à maksimal 1 hari jadi) à serahkan fotokopi abstrak ke Mbak Endah à isi daftar wisuda di jurusan

9. Lengkapi berkas-berkas wisuda à fotocopy 2 kali

10. Ke bagian Pendidikan

Isi data à serahkan berkas (sudah dimasukkan MAP) à tunggu 1 hari untuk dapat tandatangan dekan dan PD 1 (yang ngurus bagian pendidikan)

11. Ke rektorat

Daftar wisuda à dapat kuitansi à bayar 125.000 di BNI

12. Tunggu wisuda

13. Wisuda

14. Alhamdulillah

langkah-langkah ini hanya berlaku di Teknik Sipil UNS saja lho……….

form2 bisa di download di sipil2004_uns@yahoogroups.com

Permalink 1 Komentar

Pendidikan atau Pelatihan

Oktober 16, 2008 at 12:20 am (1)

Pertanyaan di atas mungkin terdengar sedikit naif, tidak penting atau malah konyol? Persoalan yang sesederhana itu saja dipertanyakan. Ya jelas beda, pendidikan itu dilakukan di sekolah, namanya juga mendidik. Kalau pelatihan itu diberikan di kursus-kursus, lembaga pelatihan, diklat dan lain-lain. Sekilas jawaban di atas, cukuplah memuaskan. Sekarang saya akan ajukan pertanyaan lanjutannya: sekolah yang ada saat ini itu mendidik atau melatih? Wah, itu bahkan sebuah pertanyaan yang lebih konyol lagi. Ya mendidik dan juga melatih. Mendidik dengan pelajaran-pelajaran moral dan melatih dengan keahlian-keahlian yang akan dapat dipakai nantinya di dalam dunia kerja. Itulah kelebihan sekolah dibandingkan dengan lembaga-lembaga pelatihan atau kursus. OK, jawabannya saya terima. Pertanyaan berikutnya: apa sih yang diharapkan dari sebuah pendidikan? Nah kalau ini pertanyaannya lumayan. Jawabannya supaya terdengar sedikit elit akan saya ambil dari undang-undang. Menciptakan manusia Indonesia yang beriman, bertakwa dan berilmu. OK, pertanyaan berikutnya: apakah kita sudah beriman, bertakwa dan berilmu? Wah kalau itu sih belum sepenuhnya. Pendidikan kita masih morat-marit soalnya. Jadi bagaimana kita membenahi semua ini? Ya kita mulai dari sekolah, anggaran pendidikan dinaikkan, kesejahteraan guru dinaikkan, dsb, dsb.

Sekarang marilah kita kritisi jawaban atas pertanyaan di atas. Pater Drost S.J. pernah membahas persoalan di atas dalam artikelnya beberapa tahun yang lalu dengan judul yang mirip: “Sekolah: Mengajar atau Mendidik?” Menurut beliau jawaban bahwa sekolah melakukan kedua-duanya bukanlah sebuah jawaban karena melarikan diri dari esensi persoalan sesungguhnya. Saya sepenuhnya setuju. Dan dalam tulisan ini saya akan memberikan sebuah tekanan di sisi lain.

Saya akan mulai dengan sebuah tesis bahwa sekolah sekarang tidak mendidik, hanya melatih. Wah apa Anda tidak keliru dengan tesis seperti itu? Ya, sekolah sekarang telah menyimpang dari tujuannya yang mulia yaitu mendidik. Untuk itu lebih baik saya jabarkan dulu apakah pendidikan dalam pengertian saya. Pendidikan dalam arti luas adalah budaya, cara manusia untuk mempertahankan eksistensinya di muka bumi ini. Ia adalah sebuah proses untuk menurunkan pengetahuan yang diperoleh dari generasi sebelumnya kepada generasi yang baru. Pengetahuan itu bisa bermacam-macam: teknologi untuk mempermudah hidup, sejumlah norma untuk menjaga keutuhan ikatan sosial, etika untuk mencapai kebaikan bersama. Produk budaya inilah yang membuat manusia mampu bertahan sebagai sebuah spesies yang sukses. Proses ini membuat sebuah akumulasi pengetahuan yang eksponensial, setiap generasi tidak perlu lagi memulai sesuatu dari nol melainkan memperoleh akumulasi dari pengetahuan generasi sebelumnya. Sebuah kata kunci dalam proses ini adalah perubahan. Akumulasi pengetahuan ini tidaklah statis, ia haruslah tanggap terhadap perubahan. Kalau tidak, tidaklah ada gunanya. Kecepatan untuk mengatasi perubahan inilah yang menjadikannya sebuah alat ketahanan yang luar biasa. Manusia tidak perlu berubah secara fisiologis, karena akan membutuhkan ribuan generasi, melainkan hanya perlu mengubah cara hidupnya, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh binatang. Dialah garansi supaya kita tidak punah!

Sekarang kita melihat dua dilema dalam pendidikan, di satu pihak ia haruslah menurunkan pengetahuan dari generasi lama, alias mendukung status quo, di pihak lain ia harus peka terhadap perubahan, alias progresif. Dan dari jaman dulu yang namanya status quo dan progresif selalu bertempur, paling tidak gencatan senjata. Di mana posisi pendidikan saat ini. Saat ini status quo berkuasa. Perubahan yang diusung oleh ilmu-ilmu murni seperti sepeda kehabisan angin. Di mana-mana jumlah mahasiswa ilmu murni menurun, kalah pamor dengan ilmu terapan, yang menawarkan segala kemapanan dalam kehidupan modern. Pendidikan menjadi hanyalah menjadi sebuah pelatihan. Ia melatih orang menjadi seorang insinyur, seorang dokter, seorang akuntan, dll. Jargon pendidikan sekarang adalah mendidik tenaga ahli!

Bahayakah ini? Ya, lebih dari pada yang Anda bayangkan. Kemapanan dan kenyamanan kehidupan modern di satu pihak membuat hidup lebih mudah, tapi di pihak lain membuat kita terlena. Saya tidak menafikan bahwa kita tidak butuh insinyur, dokter dan semua tenaga ahli lainnya. Kita membutuhkan mereka, sangat butuh malah, apalagi di dunia ketiga seperti Indonesia. Tapi bukan itu saja yang kita butuhkan. Kita juga butuh pionir, pembuka jalan peradaban:orang-orang berani berjalan di muka untuk memastikan bahwa perjalanan umat manusia di masa depan dapat berjalan dengan mulus. Kita memang tidak butuh banyak orang seperti itu, cukup segelintir saja, namun niscaya. Dan yang lebih penting lagi dukungan dari manusia yang lain untuk memberi sangu mereka dalam perjalanan mereka merambah hutan peradaban baru. Kiranya pantas kita menyangui mereka karena masa depan di tangan mereka. Merekalah yang membuat rambu-rambu di depan kita. Mereka akan berseru kalau kita salah jalan dan harus berbalik arah.

Di manakah posisi kita saat ini? Kita kekurangan orang-orang seperti itu. Kita bagaikan sebuah karavan yang maju tanpa arah yang jelas. Meminjam istilah Anthony Giddens, kita bagaikan sebuah juggernaut yang blong tanpa rem dan tinggal menunggu waktu saja jatuh lewat jalan yang curam ke jurang. Pendidikan telah gagal. Ia lebih mengabdi pada status quo, dengan iming-iming ketentraman dan kenikmatan, karena menjadi pionir memang tidaklah mudah dan penuh tantangan dan penderitaan.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Haruskan kita bubarkan semua sekolah yang telah ada? Saya tidak berkata demikian. Yang harus kita lakukan adalah melakukan sebuah redifinisi atas sekolah. Sekolah harus mengakomidasi dua kepentingan yang sepertinya berlawanan, status quo dan progresif, dengan kata lain ideologi kanan dan kiri, konservatif dan sosialis. Sistem pendidikan saat ini yang lebih condong ke kanan harus dikembalikan ke tengah. Apa yang harus kita tempuh untuk mencapai hal di atas? Yang pertama-tama harus dilakukan adalah membenahi regulasi yang hanya memungkinkan satu sistem pendidikan yang hidup. Pendidikan haruslah dibiarkan plural. Lho, kalau begitu bagaimana dengan standardidasi dan kualitas kelulusan? Ingat! Kita harus keluar dari paradigma bahwa sekolah adalah pencetak tenaga kerja, sehingga murid dianggap sebagai produk yang harus distempel oleh bagian quality assurance apakah ia layak pakai atau tidak. Pendidikan yang mengakomodasi banyak sistem akan memberikan ruang untuk terjadinya dialektika antar beberapa mahzab pendidikan. Yang menginginkan pendekatan agama silahkanlah mendirikan madrasah dengan kurikulum yang mereka inginkan. Yang menganut sistem liberal arts juga silahkan. Yang anarkis seperti Illich juga silahkan. Biarlah dunia pendidikan ramai oleh sebuah diskusi besar, dan semuanya diharapkan dapat saling mengisi kekurangan masing-masing. Saya percaya masing-masing sistem memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kalau begitu bagaimana dengan pelatihan tenaga ahli? Pelatihan tenaga ahli dibedakan dengan pendidikan secara umum. Oleh sebab itu haruslah ada pembedaan yang jelas atas sekolah umum dan sekolah kujuruan. Saya mengusulkan bahwa pendidikan umum yang wajib dijalani setiap anak didik cukup sampai 9 tahun, dan pendidikan kejuruan tidak boleh diadakan pada level tersebut. Ini bukan berarti meregulasi bahwa orang tidak boleh belajar keahlian pada usia dini. Mereka tetap bisa belajar di luar sekolah kejuruan. Sekolah kejuruan yang dimaksud di sini adalah sekolah yang dikhususkan untuk mencetak tenaga ahli, alias tenaga profesional. Dengan memberikan pendidikan keahlian terlalu awal akan mengambil hak anak untuk mendapatkan pendidikan umum yang memberikan makanan bagi jiwanya.

Di tahap pendidikan harus ada garis batas yang jelas antara mencetak pemikir (scientists) dan tenaga ahli (professionals). Keduanya adalah jalur yang sungguh berbeda. Setiap bidang keilmuan sebenarnya selalu memiliki dua sisi ini, ilmu murni dan terapan. Kiranya kita perlu membedakan kedua sistem ini, contoh untuk ilmu kedokteran, perlu dibedakan institusi yang mencetak dokter sebagai profesi dan dokter sebagai seorang ilmuwan. Kedua memakai pendekatan yang sama sekali berbeda. Yang satunya memakai metode sedangkan yang satunya juga mencari metode baru. Begitu pula dengan ilmu hukum dan akuntansi. Dengan menyatukan mereka dalam sebuah institusi yaitu universitas justru banyak menghilangkan fungsi yang satunya yaitu fungsi keilmuan sehingga menjadi lebih condong pada fungsi keahlian. Untuk itulah perlu pembedaan yang jelas antara universitas sebagai pusat keilmuan, dan politeknik sebagai pusat keahlian.

Lalu bagaimana dengan sertifikasi. Saya tidak bilang bahwa sertifikasi tidak perlu, tapi ia bukanlah tanggung jawab pendidikan. Sertifikasi biarlah diatur oleh lembaga profesi yang bersangkutan. Lembaga profesi sekarang terlalu banyak terlibat dalam pendidikan sehingga ia membentuk sistem pendidikan seperti yang mereka inginkan. Outcome (bukan output) dari pendidikan adalah kesadaran yang tidak bisa diukur dengan angka, sehingga naif sekali kalau seorang anak dikatakan lulus hanya dengan berdasarkan angka ujiannya. Setiap guru pasti tahu bahwa anak didiknya hanya hafal ketika ujian dan sesudah itu seluruhnya akan menguap dari kepalanya. Sedangkan keahlian atau kompetensi adalah sesuatu yang terukur sehingga bisa diuji. Setiap orang harus mendapat kesempatan yang sama untuk belajar suatu keahlian: ilmu yang bisa diperoleh secara bebas dengan biaya yang terjangkau, buku yang tersedia luas, dan biaya sertifikasi yang murah, hanya sebagai ongkos administrasi. Sertifikasi tidak boleh menjadi sebuah pembatas yang sengaja diciptakan untuk membuat orang tidak bisa memasuki suatu bidang profesi, hanya kaena biaya sertifikasi yang terlalu mahal.

Yang kedua adalah kesadaran bahwa kita membutuhkan rasio yang lebih masuk dari universitas dan politeknik sebuah puncak dari pendidikan dan pelatihan. Jumlah pemikir pasti jauh lebih sedikit dari tenaga ahli. Universitas cukup menampung sepuluh persen, dan sisanya politeknik. Jumlah universitas sekarang terlalu banyak sehingga menimbulkan apa yang saya istilahkan dengan inflasi keilmuan. Hal ini juga terjadi karena masyarakat kita terlalu memuja status (yaitu gelar sarjana), yang membuat permintaan pasar akan gelar sarjana, bukan keilmuan, meningkat dan didirikanlah universitas di mana-mana. Langkah yang ditempuh sekarang yaitu akreditasi tidaklah tepat karena pemeringkatan hanyalah dapat dilakukan jika kita masih memakai paradigma lama. Yang harus dilakukan adalah melakukan pengurangan drastis jumlah universitas dan mengkonversinya menjadi politeknik. Satu atau dua universitas di setiap propinsi sudah lebih dari cukup. Lagi pula kemampuan intelektual anak yang diharapkan dapat menjadi seorang pemikir memang kurang dari sepuluh persen. Yang lainnya jangan dipaksakan.

Yang lebih sulit mungkin mengubah pandangan masyarakat bahwa anak-anak mereka harus menjadi seorang sarjana. Sarjana bukanlah sebuah status melainkan sebuah tanggung jawab. Ia lebih menjadi sebuah beban ketimbang sebuah kebanggaan. Seorang sarjana adalah seorang yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk kemajuan peradaban manusia. Berpikir ialah tugasnya. Meskipun ia tidak memberikan kontribusi langsung, masyarakat harus menanggung hidup mereka, karena kelangsungan peradaban tergantung dari mereka.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sekolah di Inggris

Oktober 15, 2008 at 12:14 am (1)

Sekelumit: SD di Inggris

Di England, anak masuk klas 1 SD sudah diwajibkan dapat membaca dan menulis. Padahal anak-anak ini masuk SD sangat dini sekali, umur 5 tahun. Jadi umur 3 tahun sudah masuk Nursery dan 4 tahun masuk tahap Reception. Berbeda dengan pengalaman sewaktu di Australia, dimana masih banyak anak-anak kelas 4 SD yang membaca pun masih megap-megap. Jadi biasanya anak Indonesia yang bersekolah SD di Australia menjadi champion, sekembalinya di Indonesia
menggeh-menggeh dan banyak yang nggeblag….kalau pas jalan di tempat yang licin, maksudnya……..Eh tapi ini bener, cukup banyak sampel anak teman-teman yang bersekolah di Australia mengalami hal ini.

Di England, Nursery hanya belajar dari jam 09.00 – 12.30.Yang Reception sudah ndina muput (itu bahasa inggrisnya, bahasa jawanya fullday: 09.00 – 15.30) dengan break minum juz dan makan siang. Anak yang masuk reception, syarat utamanya sudah harus dapat mengurus diri sendiri: ke toilet, makan dengan sendok, cuci tangan, dst. Di reception ini mulai diajarkan baca, nulis, dan main komputer dengan topik sederhana (nge-print gambarnya dsb).

Beberapa waktu lalu saya membaca berita bahwa sebenarnya kurikulum pendidikan di Indonesia itu disusun dengan mempertimbangkan kurikulum di USA, Jerman dan England. Saya sempat mengamat-amati, tampaknya untuk beberapa hal memang mirip antara yang diterima anak saya di SD dengan yang diajarkan di Indonesia. Kebetulan, ada rekan yang nglungsuri buku panduan Matematika (2A, 2B, 2C dsb), dan Bahasa Indonesia yang dipakai di SD Al Azhar – Jakarta. Sewaktu saya bandingkan dengan pelajaran yang diterima anak saya, tampaknya tingkat kesulitan untuk bidang matematika hampir sama. Kalau yang bahasa Indonesia, pasti lebih sulit yang di Al Azhar itu,..karena anak saya nggak diajari Bahasa Indonesia di Inggris….he..he… guyon aja senengnya.

Secara keseluruhan materi pengajaran tidak banyak, tetapi pemahaman dan penghayatannya bagus sekali. Misalnya untuk materi science, anak-anak disuruh mengamati berbagai macam benda bergerak, ya anaknya di bawa ke taman mainan (ayunan, prosotan, kuda-kudaan, dst). Disuruh nggambar di alam terbuka (jadi gambarnya enggak melulu gunung kembar – sungai dan matahari).Dibawa ke hutan untuk menanam bibit-bibit pohon – agar cinta lingkungan. Sudah diajarkan juga penggunaan komputer dan pengenalan internet.


Ada test nasional yang meliputi English dan Math pada level tertentu: Key Stage 1 (Kelas 2) dan Key Stage 2 (lupa saya, kalau gak salah kelas 6).Yang menarik, di English test, anak ditest materi Reading, Comprehension,Writing, dan Speaking. Jadi semacam IELTS test itu. Ya pantes aja ya…orang Inggris skor IELTS nya tinggi-tinggi, lha sudah latihan duluan sejak kelas 2 SD sih……..Kita mah nunggu beasiswa ada dulu, baru latihan khan….he..he…cari alesan aja ya, orang Indonesia kalau kalah.

Hal lain lagi yang menarik adalah, jika dalam national test itu anak-anak dapat mencapai skor di atas rata-rata national, maka anak dapat lompat kelas. Jadi dari kelas 2 tidak harus ke kelas 3, langsung ke kelas 4.

Permalink & Komentar

L0w0n94n CPNS

Oktober 13, 2008 at 12:14 am (1, Lowongan Kerja dan Beasiswa)

Lowongan CPNS terbaru bulan Oktober 2008

Lowongan CPNS terbaru bulan Oktober 2008

Buat yang lagi nyari2 lowongan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ataupun yang udah kerja tapi tertarik mau jadi PNS, bergembiralah… D ini ada banyak sekali informasi pembukaan lowongan pekerjaan di Kementerian Negara/Departemen2 RI. Ada di BKPM, ESDM, Departemen Kehutanan, Departemen Perdagangan dan Departemen Hukum dan HAM. Posisi yang ditawarkan berbagai macam dan terbuka untuk hampir semua disiplin ilmu baik itu tingkat Diploma ataupun Sarjana (S1 s.d S3). Tapi harus cepetan.. karena waktunya agak2 mepet, rata2 penutupan lowongannya sampai minggu depan (maap ya, ini juga baru dapat data/informasinya barusan aja.. hehehe..) OK, karena lowongan nya banyak banget jadi katroboy ga bisa nampilin detail lowongannya disini, langsung aja ke web/situs departemennya masing2 ya… so.. tunggu apa lagi??!! silahkan klik link2 dibawah ini:

Badan Koordinasi Penanaman Modal

Badan Koordinasi Penanaman Modal

Batas akhir lowongann: 10 Oktober 2008
Link: http://www.bkpm.go.id/en/about_us/recruitment_news

Departemen ESDM

Departemen ESDM

Batas akhir lowongan: 13 Oktober 2008
Link: http://cpns.esdm.go.id/

Departemen Kehutanan

Departemen Kehutanan

Batas akhir lowongan: 15 Oktober 2008
Link: http://www.dephut.go.id/index.php?q=id/node/4857

Departemen Hukum Dan HAM

Departemen Hukum Dan HAM

Batas akhir lowongan: 15 Oktober 2008
Link: http://www.depkumham.go.id/xDepkumhamWeb/xBerita/xUmum/penumuman+cpns+2008.htm

Departemen Perdagangan

Departemen Perdagangan

Batas akhir lowongan: -
Link: http://www.depdag.go.id/index.php

Semoga bermanfaat.. D

Permalink 1 Komentar

Lowongan PT. SEPINGGAN

Oktober 8, 2008 at 12:40 am (1)

PT. SEPINGGAN, perusahaan yang bergerak di bidang Civil, Electrical & Mechanical Services membutuhkan karyawan untuk posisi :

1. Project Manager
2. Supervisor
3. Civil Engineer

Persyaratan :
1. Lulusan S-1 Teknik Sipil
2. Usia maks. 35 Tahun
3. Memiliki kemampuan Bahasa Ingris lisan & tulisan
4. Pengalaman min. 2 tahun di bidangnya
5. Bersedia bekerja di Balikpapan, Kalimantan Timur

Lamaran via email ditujukan kepada : hrd@sepinggan.com

Permalink 1 Komentar

Lowongan Teknik Sipil di PT Jaya Readymix

Oktober 7, 2008 at 12:27 am (1)

PT Jaya Readymix, perusahaan Joint Venture antara perusahaan Australia, Boral Ltd dan PT Pembangunan Jaya, merupakan perusahaan yang bergerak secara khusus di bidang industri beton dan pertambangan yang saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang pesat. Dengan reputasi sebagai perusahaan penyedia produk dan jasa yang berkualitas, kami memberikan kesempatan karir yang baik kepada professional dengan latar belakang pendidikan di bawah ini :

SARJANA TEKNIK SIPIL (Code: TS)

Pelamar yang memenuhi persyaratan akan ditempatkan pada posisi-posisi sesuai dengan kualifikasi, pengalaman kerja dan minat dari kandidat pada departmen : Business Development, Produksi, Engineering, Sales, Laboratorium Beton, Quality Control Beton dan Research & Development.

Persyaratan :

· Pendidikan D3/S1 Teknik Sipil.

· Pengalaman min. 2 tahun diutamakan dari bidang industri readymix, konstruksi, precest concrete piping/pile dan Pondasi/tiang pancang (terbuka bagi fresh graduates)

· Mempunyai pengetahuan yang baik tentang Beton, memiliki kemampuan analisa, komunikasi dan interpersonal yang baik.

· Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah operasional perusahaan.

· Dapat menggunakan komputer dan berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan.

Semua surat lamaran akan dijamin kerahasiaannya.Kirimkan surat lamaran anda berikut Daftar Riwayat Hidup dalam Bahasa Inggris dan foto diri terakhir ke:

Human Resources Department
PT. Jaya Readymix
Graha Mobisel 5th Floor
Jl.Buncit Raya No.139 Jakarta 12740
atau
email: jayamix_rec@ cbn.net.id

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

SELAMAT MERAYAKAN KEMENANGAN

September 30, 2008 at 5:30 pm (1) (, , , )

KELUARGA BESAR SIPIL 2004

MENGUCAPKAN

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

MOHON MAAF SEMUA KESALAHAN DAN KHILAF YANG TELAH DIPERBUAT

Permalink 1 Komentar

Lowongan PU

September 19, 2008 at 3:58 pm (1) (, , , )

P E N G U M U M A N
Nomor : KP.01.03.Mn/594
PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
TINGKAT PASCA SARJANA (S2), SARJANA (S1) UNTUK GOLONGAN III
TAHUN ANGGARAN 2008

Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia membuka kesempatan kepada para Pasca Sarjana dan Sarjana bagi yang Berwarga Negara Indonesia baik pria maupun wanita, sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang akan ditempatkan baik di Pusat maupun di Daerah dengan ketentuan:
I. JUMLAH YANG DIBUTUHKAN: 265 Orang
Pasca Sarjana (S2), Sejumlah : 30 Orang
1 S.2 Teknik Sipil (Jalan & Jembatan, Pengairan, Konstruksi, Transportasi) 20 Orang
2 S.2 Planologi/Perencanaan Wilayah Kota/Studi Pembangunan 5 Orang
3 S.2 Teknik Lingkungan 4 Orang
4 S.2 Kimia/Farmasi 1 Orang
Sarjana (S1), Sejumlah : 235 Orang
1 S.1 Teknik Sipil (Jalan & Jembatan, Pengairan, Konstruksi, Transportasi) 55 Orang
2 S.1 Teknik Arsitektur 14 Orang
3 S.1 Planologi/Perencanaan Wilayah Kota/Desa 15 Orang
4 S.1 Teknik Lingkungan 15 Orang
5 S.1 Pertanian (Agronomi, Teknik Pertanian, Teknologi Pangan, Ilmu Tanah, Sosial Ekonomi Pertanian, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian) 12 Orang
6 S.1 Geologi 5 Orang
7 S.1 Geografi /Geohidrologi/Hidrologi 4 Orang
8 S.1 Geodesi 10 Orang
9 S.1 Teknik Industri/Manajemen Industri 2 Orang
10 S.1 Teknik Mesin (Otomotif dan Industri) 4 Orang
11 S.1 Kimia 3 Orang
12 S.1 Teknik Fisika/Fisika Instrumen 2 Orang
13 S.1 Informatika/Telekomunikasi (Teknik/Manajemen/Sistem Informatika, Teknik/Ilmu Komputer, Telekomunikasi) 20 Orang
14 S.1 Ekonomi (Akuntansi, Manajemen, Ekonomi/Studi Pembangunan) 23 Orang
15 S.1 Hukum (Hukum Perdata/Tata Negara) 15 Orang
16 S.1 Sosial (Hubungan Internasional, Adm. Negara, Adm. Publik, Sosiologi, Antropologi) 20 Orang
17 S.1 Komunikasi/Publisistik (Humas, Komunikasi Publik/Massa, Publisistik, Jurnalistik) 10 Orang
18 S.1 Perpustakaan 2 Orang
19 S.1 Pendidikan (Pendidikan Teknik Sipil/Teknologi Pendidikan/Manajemen Pendidikan) 4 Orang
II. PERSYARATAN UMUM:
a. Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani.
b. Tidak sedang terikat perjanjian / kontrak kerja dengan instansi pemerintah / swasta lain.
c. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai CPNS / PNS / Anggota TNI / Polri, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.
d. Tidak berkedudukan sebagai CPNS / PNS / Calon Anggota TNI / Polri serta Anggota TNI / Polri.
e. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia.
f. Minimal mengerti / mengetahui penggunaan dasar komputer (microsoft office) dan internet (browsing & surat elektronik)
III. PERSYARATAN KHUSUS BAGI PELAMAR UMUM
a. Berijazah Pasca Sarjana (S2) dan atau Sarjana (S1) dari Perguruan Tinggi Negeri / Perguruan Tinggi Swasta yang telah mendapat akreditasi (minimal B) atau dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari Departemen Pendidikan Nasional, dengan persyaratan Indeks Prestasi Komulatif (IPK): untuk S1 minimal 2,75 (dua koma tujuh lima), dan S2 minimal 3,25 (tiga koma dua lima). Bagi pelamar berpendidikan S2 wajib melampirkan ijazah dan transkrip nilai jenjang S1.
b. Kualifikasi pendidikan sesuai dengan formasi yang tersedia yang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.
c. Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) yang dibuktikan dengan hasil test kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku. Hasil Tes yang diperbolehkan adalah sebagai berikut:
o EPT yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA dengan nilai minimal: 450 untuk S1 dan 475 untuk S2;
o International TOEFL®IBT (Internet Based TOEFL) dengan nilai minimal 53 untuk S1, dan 64 untuk S2;
o IELTS yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Australia (IDP) atau oleh British Council dengan nilai minimal 4.5 untuk S1 dan 5.5 untuk S2.
d. Ketentuan usia adalah sebagai berikut:
o Lahir pada 1 Desember 1980 atau sesudahnya bagi S1 (usia maksimum 28 tahun pada tanggal 1 Desembar 2008).
o Lahir pada tanggal 1 Desember 1978 atau sesudahnya bagi S2 (usia maksimum 30 tahun pada tanggal 1 Desember 2008).
IV. PERSYARATAN KHUSUS BAGI PEGAWAI TIDAK TETAP (PTT) DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM:
a. Merupakan Pegawai yang tercatat dalam Database Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Bagi pegawai yang tidak tercatat, maka secara otomatis diperhitungkan sebagai pelamar umum.
b. Berijazah Pasca Sarjana (S2) dan atau Sarjana (S1) dari Perguruan Tinggi Negeri/Swasta terakreditasi atau dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari Departemen Pendidikan Nasional. Bagi pelamar berpendidikan S2 wajib melampirkan ijazah dan transkrip nilai jenjang S1.
c. Kualifikasi pendidikan sesuai dengan formasi yang tersedia yang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.
d. Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) yang dibuktikan dengan hasil tes kemampuan bahasa inggris yang masih berlaku. Hasil Tes yang diperbolehkan untuk dilampirkan adalah sebagai berikut:
o EPT yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA dengan nilai minimal: 450 untuk S1 dan 475 untuk S2;
o International TOEFL®IBT (Internet Based TOEFL) dengan nilai minimal 53 untuk S1, dan 64 untuk S2;
o IELTS yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Australia (IDP) atau oleh British Council dengan nilai minimal 4.5 untuk S1 dan 5.5 untuk S2;
o TOEFL Prediction dari Perguruan Tinggi Negeri dengan nilai: 450 untuk S1 dan 475 untuk S2.
e. Ketentuan usia adalah sebagai berikut:
o Lahir pada 1 Desember 1973 atau sesudahnya (usia maksimum 35 tahun pada tanggal 1 Desember 2008) baik untuk S1 dan S2.
f. Mempunyai pengalaman bekerja/magang di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum sejak tahun 2000 atau sebelum 1 April 2007 yang dibuktikan dengan Surat Pernyataan dari Pimpinan Unit Kerja/UPT yang bersangkutan dan diketahui oleh Pejabat Eselon II.a (Sekretaris Satminkal/Direktur/Kepala Biro/Kepala Pusat).
V. PENDAFTARAN :
a. Pendaftaran Pelamar dilakukan hanya melalui website Departemen Pekerjaan Umum di http://www.pu.go.id.
b. Bagi Pelamar yang telah melakukan pendaftaran, melengkapi data, dan secara sistem dinyatakan memenuhi syarat maka akan diberikan nomor berkas yang harus dicetak. Berkas tersebut untuk selanjutnya dikirimkan bersama persyaratan lain yang ditentukan.
c. Periode pendaftaran secara online dibuka mulai tanggal 17 September s.d. 17 Oktober 2008.
d. Kelengkapan Berkas dapat dikirimkan mulai tanggal 22 September 2008 dan paling lambat sudah diterima panitia tanggal 17 Oktober 2008 pukul 15.00 WIB.
e. Kelengkapan Berkas disampaikan melalui Pos Tercatat atau jasa pengiriman yang ditujukan ke salah satu alamat di bawah ini:
Panitia Pengadaan PNS 2008
Departemen Pekerjaan Umum
Gedung I Lantai II
Ruang Sekretariat Pusat
Jabatan Fungsional
Bidang Pekerjaan Umum
Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru
Jakarta 12110 Kotak Pos 265
JKTM 12700
f.
g. Kelengkapan lamaran bagi Pelamar Umum :
1. Hasil cetak Nomor Berkas sesuai yang diperoleh pada saat pendaftaran secara online, dibubuhi materai dan ditandatangani.
2. Dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa:
a. 1 (satu) lembar fotokopi ijazah S2 (berikut ijazah S1) atau S1 berikut transkrip dari Perguruan Tinggi Negeri / Swasta yang sudah dilegalisir sesuai persyaratan:
 Universitas / Institut, oleh Rektor / Dekan / Pembantu Dekan Bidang Akademik.
 Sekolah Tinggi, oleh Ketua / Pembantu / Ketua Bidang Akademik.
 Ijazah yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi Luar Negeri oleh Pejabat yang berwenang di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
b. 1 (satu) lembar fotokopi yang sudah dilegalisir atau Duplikat Sertifikat Tes Kemampuan Bahasa Inggris sesuai persyaratan.
c. 3 (tiga) lembar pas foto ukuran 3 x 4 cm (berwarna) dan nama pelamar dituliskan di bagian belakang;
d. Fotokopi KTP yang masih berlaku.
e. Fotokopi Akte Kelahiran.
f. Surat Pernyataan bahwa yang bersangkutan bersedia ditempatkan di seluruh daerah di Indonesia.
g. Surat Pernyataan bersedia membayar ganti rugi pengunduran diri (bagi yang diterima dan mengundurkan diri) sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) bermaterai Rp. 6.000,- sesuai dengan contoh dalam website.
h. Khusus PTT menyertakan Surat Pernyataan dari Pimpinan Unit Kerja/UPT yang bersangkutan dan diketahui oleh Pejabat Eselon II.a (Sekretaris Satminkal/Direktur/Kepala Biro/Kepala Pusat) dan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (sesuai format terlampir).
3. Berkas lamaran disusun rapi dalam map snelhecter dan dimasukkan dalam amplop berwarna coklat. Warna Map untuk pelamar umum: S1 (kuning), S2 (biru). Untuk Pegawai Tidak Tetap : S1 (merah), S2 (coklat).
4. Tempelkan informasi pelamar pada amplop yang telah disediakan oleh sistem pada saat selesai pendaftaran online.
5. Berkas lamaran yang tidak lengkap atau terdapat perbedaan data antara database pelamar dengan berkas yang disampaikan akan dinyatakan tidak memenuhi syarat.
VI. TAHAPAN DAN JADWAL SELEKSI
Seleksi dilakukan dengan sistem gugur sebagai berikut:
a. Seleksi Administratif dengan melihat pemenuhan persyaratan di atas, dan yang tidak memenuhi persyaratan akan gugur.
b. Bagi pelamar yang lulus Seleksi Administrasi diharuskan untuk mengambil Tanda Peserta Tes pada waktu dan lokasi yang akan ditentukan.
c. Tanda Peserta Seleksi Ujian Tertulis diambil sendiri oleh calon peserta (tidak dapat diwakilkan) dengan membawa dokumen asli berupa: ijazah, TOEFL, transkrip nilai, dan akte kelahiran untuk diperlihatkan kepada panitia.
d. Ujian tertulis meliputi Tes Pengetahuan Umum (TPU) yang terdiri dari: Pengetahuan Ke-PU-an, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris (Khusus bagi PTT), Pancasila, Tata Negara, Sejarah dan Kebijakan Pemerintah. Tes Bakat Skolastik (TBS), Tes Skala Kematangan (TSK), dan Pengetahuan Khusus/Substansi pada tanggal 1 November 2008.
VII. TEMPAT DAN PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
a. Hanya mereka yang dinyatakan lulus seleksi administratif yang akan dipanggil untuk mengikuti ujian tulis.
b. Pemanggilan peserta yang dinyatakan lulus administratif akan diumumkan melalui website Departemen Pekerjaan Umum dan papan pengumuman Departemen Pekerjaan Umum.
c. Penyelenggaraan tes akan dilaksanakan secara terpusat di Jakarta dan akan ditentukan kemudian.
d. Hasil Ujian tulis akan diumumkan melalui website Departemen Pekerjaan Umum dan papan pengumuman Departemen Pekerjaan Umum.
VIII. LAIN–LAIN
a. Seleksi masuk Calon Pegawai Negeri Sipil Departemen Pekerjaan Umum tidak dipungut biaya.
b. Departemen PU tidak bertanggungjawab atas pungutan atau tawaran berupa apapun oleh oknum–oknum yang mengatasnamakan Departemen Pekerjaan Umum atau Panitia sehingga peserta diharapkan tidak melayani tawaran–tawaran untuk mempermudah penerimaan sebagai Calon PNS.
c. Panitia membuka jalur pelayanan telephone (hotline) bagi para pelamar pada hari dan jam kerja (17 September s.d. 17 Oktober 2008, Senin – Jumat, 09:00 – 15:00 WIB):
Informasi Persyaratan Administratif Informasi Sistem Online

0838 894 7207 (Sdri. Wenny) 0838 894 7209 (Sdr. Sam)
0838 894 7208 (Sdri. Dewi)
d.
e. Lamaran tanpa nomor berkas lamaran dianggap tidak berlaku dan tidak akan diperiksa oleh panitia. Panitia hanya memeriksa 1 (satu) berkas lamaran untuk 1 (satu) Nomor Berkas.
f. Surat Keterangan Kelulusan / Ijazah sementara dapat diterima, dengan syarat Pelamar dapat menyertakan Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Universitas yang menyatakan bahwa pihak Universitas sudah dapat mengeluarkan ijazah asli yang bersangkutan pada saat yang bersangkutan mengambil Nomor Peserta Ujian. Bagi Pelamar yang tidak dapat menunjukkan Ijazah asli, maka yang bersangkutan tidak dapat mengambil Nomor Peserta Ujian.
g. Bagi Pelamar lulusan luar negeri yang memiliki transkrip nilai tidak berskala 4,0 harap melampirkan konversi transkrip nilai dengan skala 4,0 yang disahkan oleh Ditjen Dikti Depdiknas.
h. Berkas lamaran yang diterima panitia menjadi milik panitia dan tidak dapat diminta kembali oleh pelamar.
i. Hal–hal lain yang berkaitan dengan pengadaan dan seleksi PNS Departemen Pekerjaan Umum Tahun 2008 dapat dilihat pada website Departemen PU (http://www.pu.go.id) dan para pelamar disarankan untuk terus memonitor perkembangannya.
Jakarta, 15 September 2008
A.N MENTERI PEKERJAAN UMUM
Sekretaris Jenderal
Departemen Pekerjaan Umum

IR. AGOES WIDJANARKO, MIP
NIP. 110023320

Informasi Pengadaan PNS Departemen Pekerjaan Umum Tahun 2008 berupa pengumuman, persyaratan dan formulir yang diperlukan dapat dilihat (download) pada Website Departemen Pekerjaan Umum dengan alamat http://www.pu.go.id dan papan pengumuman di Kantor Pusat Departemen Pekerjaan Umum.

Jika belum memiliki User-Id dan Password, silakan mendaftarkan terlebih dahulu dengan menekan tombol “registrasi pelamar” dibawah ini. Silakan mengisi User-Id dan Password anda kemudian tekan tombol pendaftaran
User-Id :

Password :

PETUNJUK/CATATAN :
1. Sebelum melakukan registrasi pelamar, lakukan hal–hal sebagai berikut :
a. Baca secara seksama persyaratan pengadaan PNS Dep. PU dan tatacara pendaftaran.
b. Siapkan alamat surat elektonik (e-mail) pribadi/perorangan.
c. Siapkan ijazah, transkrip nilai, KTP, Sertifikat kemampuan berbahasa Inggris (EPT/TOEFL/IELTS), dan pasfoto digital berwarna (file dalam format jpg), dengan resolusi maksimum 480×640 pixels, atau besar file maksimum 70kB.
2. Isi seluruh data dan informasi yang diminta secara benar dan lengkap.
3. Pastikan Saudara memasukkan data dengan benar, karena data yang sudah disampaikan kepada Panitia tidak dapat diubah.
4. Selalu aktif memonitor informasi yang akan disampaikan kepada pelamar hanya melalui website Departemen Pekerjaan Umum.
5. Disarankan untuk menggunakan browser Internet Explorer versi 6 atau yang lebih baru. Jika browser tidak dilengkapi dengan Adobe Reader (diperlukan untuk membuka file berkas registrasi berbentuk PDF), bisa didapatkan dari www.adobe.com/products/reader/.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »