LAMPU MERAH DI DEPAN JEMBATAN, BERBAHAYA TAU!!!!!

Januari 5, 2009 at 5:35 am (Solo The Spirit of Java) (, , , )

Pernahkah nggagas ada lampu merah di dekat jembatan?? Di Solo ini ada 2 lampu merah yang berada dekat jembatan, dekat terminal Tirtonadi dan perempatan dekat Rumah Sakit dr. Oen. Sebenarnya apa sih masalahnya lampu merah ini?? Mungkin kebanyakan orang ga begitu peduli dengan keberadaan lampu merah ini. Tetapi karena kebetulan saya adalah seoeang yang kuliah di teknik sipil, sense engineer saya keluar dan melihatnya mungkin akan menjadikan suatu masalah ke depannya.

Permasalahannya adalah ketika lampu berwarna merah akan mengharuskan kendaraan berhenti di jembatan. jika loadnya terlalu besar mka akan berpotensi mengakibatkan keruntuhan jembatan. jembatan tidak didesain dengan beban diam dan tetap karena akan menghasilkan dimensi struktur yang sangat besar dan over design. Hal ini akan sangat tidak optimal dan menghabiskan banyak biaya. Jembatan selalu didesain dengan beban berjalan, dengan garis pengaruh. Banyak bus maupun minibus yang berhenti di jembatan di dekat terminal Tirtonadi, jika arusnya padat maka kendaraan yang berhenti juga akan sangat banyak dan mengakibatkan beban yang sangat besar pada jembatan, maka resiko jembatan akan runtuh juga sangat besar.

Ingat berita tahun lalu jembatan roboh waktu terjadi banjir di daerah Ponorogo – Madiun. Sebenarnya jembatan roboh bukan karena derasnya arus banjir, jembatan roboh karena banyak orang yang berhenti di tengah jembatan untuk melihat banjir. Karena kejadian ini, banyak nyawa melayang sia-sia. Saya pernah melihat, di jembatan Jurug terjadi kecelakaan truk menabrak trotoar di ujung jembatan menuju ke Palur. Hal ini mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang, untungnya pak polisi cepat tanggap. Polisi mengatur supaya tidak terjadi penumpukan di jembatan, jadi di jembatan dibuat supaya tidak ada mobil yang berhenti. Walaupun terjadi macet yang cukup panjang sebelum jembatan.

Para pengambil kebijakan seharusnya memikirkan dampak yang ditimbulkan ketika mengambil kebijakan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Wisata Kuliner II : Iga Bakar Bumbu Bali

Juli 21, 2008 at 4:11 pm (Solo The Spirit of Java) ()

assalamualaikum

Alhamdulillah, wa bisa nulis lage tentang pesona kuliner solo. Sebenarnya banyak banget yang mau diposting disini, tetapi karena kebanyakan jadilah 1 restoran 1 postingan.

Nah kali ini wa akan mencoba melaporkan hasil liputan kuliner wa dari daerah colomadu. Berikut laporannya.

Rabu, 9 juli 2008

Udara malam di kota solo seminggu terakhir benar-benar dingin menusuk tulang, angin berhembus sedikit kencang menambah dinginnya malam itu, bersama mobil katana biruku, wa menjelajah wilayah colomadu. Malam itu suasana cukup ramai di daerah perempatan colomadu. Serupa dengan pusat restoran kaki lima di kota barat, di daerah perempatan colomadu-pun banyak penjaja makanan kaki lima di kiri kanan jalan. Setelah cukup lama wa berkeliling di sepanjang jalan adi sucipto, akhirnya pilihan wa sampai pada sebuah restoran kecil di pinggir jalan. Tampilan restoran kecil ini sangat biasa seperti layaknya restoran lain. hanya saja terpampang sebuah Advertising di depan restoran tersebut yang bertuliskan : PERTAMA DI DUNIA, IGA SAPI BUMBU BALI.

Wa cukup penasaran dengan dengan anonim diatas. Akhirnya wa masuk dan ulai memesan menu.

List menu di restoran ini sedikit sekali. Hanya ada sekitar 4-5 menu makanan dan kesemuanya berbahan dasar iga sapi. Price yang ditawarkan pun cukup mahal, 15 ribu rupiah untuk setengah porsi iga.

Menu Makanan

Menu Makanan

Malam itu wa memesan 1/2 porsi iga bakar pedas + nasi putih dan segelas es teh. After 15 minutes, pesanan wa datang dan terhampar di meja.

Hemm…. pandangan pertama cukup menggoda, benar-benar menggoda tepatnya. 1/2 porsi iga yang ternyata cukup besar dibakar dengan sempurna. Bumbu yang melekat terlihat menyatu dengan daging iga. Masih ditambah dengan semangkuk kuah sebagai pelengkap hidangan. Tanpa basa-basi wa mulai menyantap hidangan yang tersaji.

Diluar dugaan, ternyata daging iga ini sangat lembut. Kendati disiapkan pisau untuk memotong, wa cukup menggunakan tangan saja untuk memisahkan daging dengan tulangnya. Bumbu khas bali (seperti bumbu rujak) terasa nikmat dilidah. Plus masih ditambah dengan kuah yang memiliki rasa khas. Perpaduan yang sempurna. Kuah ini sedikit asin, tapi akan sangat nikmat bila dituang ke nasi dan dimakan dengan iga bakar.

wew… sebuah pengalaman baru dalam menikmati iga bakar.

kendati cukup mahal, 15 ribu untuk 1/2 porsi dan 28 ribu untuk 1 porsi, wa cukup puas malam itu. Kuliner Solo memang gak ada matinya..!!!!

Nilai Keseluruhan

Nilai Keseluruhan

warm regard,

DENRIO

Permalink & Komentar

SOLO PARAGON The Pride Of Java

Juli 7, 2008 at 7:32 am (Solo The Spirit of Java) (, , , , , , , )

Back To The City

Solo kota yang dikenal sebagai pusat budaya Pulau jawa. Untuk menunjang perekonomian, pariwisata & perdagangan maka perlu sarana Perbelanjaan, Sentra Bisnis, Rekreasi Entertainment dan High Rise Apartemen yang memadai. Solo Paragon hadir untuk pertama kalinya, areal terbesar, fasilitas terlengkap dan termodern.

Why Solo Paragon ?

  1. Konsep Mix Used Development pertama menggabungkan resort apartement, citywalk and lifestyle mall.
  2. lokasi dengan luas terbesar yang terletak di jantung kota Solo seluas 41.350 m2
  3. Memiliki kemudahan dengan 3 akses masuk dari jalan utama, yaitu : Jl. Slamet Riyadi, Jl Yosodipuro, Jl Dr. Cipto Mangunkusumo
  4. Direncanakan oleh salah satu konsultan TOP 10 arsitek dunia, yaitu Indo Megah yang telah mengerjakan proyek-proyek berkelas di Indonesia
  5. dibangun oleh group Gapura Prima yang berpengalaman 20 tahun di bisnis property seperti Apartemen Belagio di Mega Kuningan jakarta, Apartemen Belezza Permata Hijau Jakarta, Apartemen Majesty Bandung, Apartemen Setiabudi Bandung, Apartemen Ciumbuluit Bandung, Solo Grand Mall, Pusat Grosir Solo, Bekasi Trade Center, Jatinangor Town Square, Bandung Trade Center, dll
  6. Bekerjasama dengan Group Sunindo Primaland yang sudah berpengalaman di bidang perhotelan dengan memiliki Novotel Solo, Ibis Hotel Solo, Grand Mecure Jogja, Novotel Semarang
  7. 24 hours security (CCTV & Magnetic Card System)
  8. Hak milik Strata Title, Sertifikat n0 46 & no 115
  9. Smart investasi yang terus meningkat
  10. Satu inspirasi yang menggabungkan unsur Nature, Culture and Hi-tech
  11. Fasilitas Terlengkap

Room Unit

Anda akan menemukan kenyamanan hidup di hunian eksklusif Solo Paragon. Tipe unit di Solo Paragon telah didesain khusus yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda, yang memahami gaya hidup modern praktis dan penuh vitalitas. Tipe room unit yang ada, antara lain :

Bronze (23.8/28.7 m2), Silver (31.9/38.4m2), Gold (33.7/40.6 m2), Diamond (48.6/58.6 m2), Joint Unit (2 Bedroom 48.6/58.6 m2), Platinum (65.9/79.4 m2)

Facilities and Benefit

Main Facilities

Passanger & Utility Elevator

Large Parking Space

Electricity & Generator Backup set

Cable Ready Interface

24 Hours Security (CCTV & Magnetic card System)

High Speed Internet Acces

A/C System

High System Wireless (Wi-Fi) internet

Support Facilities

Indoor & Outdoor Sport Court

Viewing Deck

Swimmning Pool

Fitness & Health Center

Children Playground

Fountain Plaza

Lobby

Special Facilities

Barbeque area

Indoor/Outdoor Wedding

Spa & Sauna

Paragon Function Hall

Meeting Room

Dry Cleaning & Laundry Service

Commercial Facilities

Fashion & Beauty Center

Drug Store

City Walk

Commercial Bussiness Center

Lifestyle Mall & Dept. store

Fshion Outlet

Café & Lounge

Food Center

Sekarang ini Solo Paragon dalam tahap konstruksi. Kontraktor yang dipercaya membangun adalah WIKA. Pembangunan masih dalam tahap galian dan pondasi.

Permalink & Komentar

SOLO INTERNATIONAL MUSIC ETHNIC 2008

Juli 7, 2008 at 7:29 am (Solo The Spirit of Java) (, , , , )

Akan diadakan Solo International Music Ethnic 2008 di Pura Mangkunegaran pada tanggal 17-21 Agustus 2008. Yang menarik dari acara ini adalah publikasinya yang tanpa menggunakan spanduk dan baliho yang dapat berpotensi menambah kekotoran pemandangan di Kota Solo. Salut pada panitia yang sangat konsen terhadap lingkungan. Acara ini pada tahun lalu di Benteng Vastenburg, tetapi sekarang tempatnya diganti di Pura Mangkunegaran. Untuk informasi lebih lengkapnya silakan kunjungi www.siemfestival.com

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Rekor Muri Browsing Internet @City Walk Solo

Juli 7, 2008 at 7:24 am (Solo The Spirit of Java) (, , , , , , , )

Permalink & Komentar

Rumah Pohon

Juli 4, 2008 at 2:33 am (Solo The Spirit of Java) (, , , , , , , )

Inilah bukti betapa suburnya tanah Indonesia. Tembok rumah di lantai 2 aja bisa tumbuh pohon yang cukup besar. Menurutku jenis pohonnya kayak pohon talok. I think ??? Rumah ini berupa kos-kosan 2 lantai letaknya di jalan Mendung 4 samping Kampus UNS. Apakah dulu batu batanya diberi pupuk ya? kok pohonnya bisa cukup besar. Yang anehnya lagi siapa yang mau menyirami pohon itu?? Padahal pohon itu hidup di tembok bagian luar dan posisinya hampir mencapai lantai 2. apakah rumah ini menganut paham green home?? Mungkin konsep ini bisa kita contoh sehingga rumah selalu dalam keadaan rimbun dan sejuk penuh dengan pepohonan. Ini juga bisa mencegah terjadinya global warming. Mending bertindak daripada tidak berbuat apa-apa.

Ditulis Sing Mbaurekso untuk Blog Sipil 2004

Permalink & Komentar

Manusia Iklan Telkomsel

Juli 4, 2008 at 2:18 am (Solo The Spirit of Java) (, , , )

Waktu berhenti di perempatan Ngemplak tadi siang, aku melihat sesuatu yang aneh dan lucu sekaligus kasihan juga. Aku melihat di setiap sudut perempatan ada orang kayak pemain sirkus (semua wajahnya dimakeup dan berpakaian kayak pemain sirkus). Ternyata orang-orang itu membawa papan yang berisi tulisan Ngobrol Semaumu Cuma Rp 2000, 00 seharian, ada juga yang membawa tulisan Langsung Rp 0,5/detik dari detik pertama. Setiap orang membawa 2 papan tulisan yang intinya sedang menawarkan kartu telkomsel. Kreatif juga ide ini, menjadikan manusia sebagai model iklan. Tempatnya yang dipilih juga sangat pas karena perempatan Ngemplak merupakan perempatan yang sangat padat dan ramai, untuk waktu lampu merah hampir 100 detik membuat waktu menunggu cukup lama dan peluang pengendara yang berhenti di lampu merah untuk membaca cukup besar. Alasannya adalah karena manusia yang membawa tulisan didandani sangat mencolok perhatian, dan daripada bengong nungguin lampu merah mending baca-baca tulisan. Cukup jitu juga iklan ini, paling tidak setiap orang yang berhenti di perempatan pasti membaca walaupun sekilas. Jika ini dilakukan berulang kali akan membuat pengaruh di alam bawah sadar manusia tentang iklan Telkomsel (terlalu berlebihan ya …………)

Tetapi di balik iklan itu, aku kasihan pada orang yang membawa tulisan itu. Bayangpun di tengah terik panas matahari antara jam 1 sampai jam 2 adalah waktu puncak panas matahari di siang hari, mereka harus di perempatan tanpa ada apapun yang menaungi kepala mereka. Alangkah panas dan gerah rasanya, tapi mencari sesuap nasi memang perlu perjuangan. Asalkan halal dan ikhlas pasti akan mendatangkan barokah. Bersyukurlah bagi kalian yang serba kecukupan dan tanpa perjuangan yang cukup berarti dalam mencari uang. Gunakanlah rejeki Anda sebaik-baiknya, masih banyak orang yang tidak seberuntung Anda.

Permalink & Komentar