agan-agan sekalian, kali ini aku ingin bicara soal optimasi,

apakah ada di antara kalian yang pernah mendesain pondasi untuk tower crane? dalam setiap desainnya selalu memang disarankan menggunakan pondasi pile, pancang, atau sejenisnya. dalamnya bisa 6 meter atau bahkan lebih, luas cap-nya juga sekitar 6-8an meter rata-rata.

coba kalian pikirkan, apakah selalu desain pondasi untuk tower crane harus seperti itu. kalau cara praktis tukang, aku bisa bilang, “,…wis, digawe ngono ae,… aman,. aman,… ra sah kesuwen,…” hehe,…

lha terus buat apa kita sekolah di jurusan teknik sipil kalau pada akhirnya kita cuma bisa praktis-praktisan gitu? hayo? gimana ini?

kosek..kosek,..

sebenernya, tugas kita sebagai engineer kan bukan cuma untuk melakukan hafalan semacam itu kan?

kehadiran kita di lapangan, di proyek yang sedang kita tangani adalah bukan hanya untuk sebagai pelaksana, tapi ada sebagian tugas kita untuk review, kita sebaiknya mampu melihat peluang-peluang untuk optimasi di lapangan. dengan ilmu kita, kita bisa buat berbagai macam optimasi.

menilik ke kasus pondasi tower crane tadi, coba dipikirkan, apakah ya harus seperti itu? tidak, seharusnya tidak seperti itu. berfikir practical itu boleh, tapi jangan melupakan teori.. jangan pernah melupakan teori.

jadi, jika berfikir untuk membuat pondasi tower crane itu misalnya, coba lah ditengok dulu itu tanahnya, ruang sekitar dan dana yang ada, jika masih bisa diminimalkan/optimalkan kan maknyus juga itu. siapa tahu kalau tanahnya oke, bahkan kita malah bisa buat pondasinya pake raft yang dangkal itu.

segala kemungkinan bisa terjadi, selalu cari cara untuk optimasi! gabungkan practical and theoretical thought!

semangat!

Iklan