Practical dan Theoretical

4 Komentar

agan-agan sekalian, kali ini aku ingin bicara soal optimasi,

apakah ada di antara kalian yang pernah mendesain pondasi untuk tower crane? dalam setiap desainnya selalu memang disarankan menggunakan pondasi pile, pancang, atau sejenisnya. dalamnya bisa 6 meter atau bahkan lebih, luas cap-nya juga sekitar 6-8an meter rata-rata.

coba kalian pikirkan, apakah selalu desain pondasi untuk tower crane harus seperti itu. kalau cara praktis tukang, aku bisa bilang, “,…wis, digawe ngono ae,… aman,. aman,… ra sah kesuwen,…” hehe,…

lha terus buat apa kita sekolah di jurusan teknik sipil kalau pada akhirnya kita cuma bisa praktis-praktisan gitu? hayo? gimana ini?

kosek..kosek,..

sebenernya, tugas kita sebagai engineer kan bukan cuma untuk melakukan hafalan semacam itu kan?

kehadiran kita di lapangan, di proyek yang sedang kita tangani adalah bukan hanya untuk sebagai pelaksana, tapi ada sebagian tugas kita untuk review, kita sebaiknya mampu melihat peluang-peluang untuk optimasi di lapangan. dengan ilmu kita, kita bisa buat berbagai macam optimasi.

menilik ke kasus pondasi tower crane tadi, coba dipikirkan, apakah ya harus seperti itu? tidak, seharusnya tidak seperti itu. berfikir practical itu boleh, tapi jangan melupakan teori.. jangan pernah melupakan teori.

jadi, jika berfikir untuk membuat pondasi tower crane itu misalnya, coba lah ditengok dulu itu tanahnya, ruang sekitar dan dana yang ada, jika masih bisa diminimalkan/optimalkan kan maknyus juga itu. siapa tahu kalau tanahnya oke, bahkan kita malah bisa buat pondasinya pake raft yang dangkal itu. Lagi

Bekerja adalah PILIHAN

3 Komentar

jika masih ada yang menganggur karena bilang “tidak ada lowongan”, maka jelas sekali dia melakukan kebohongan yang sangat besar. karena pada dasarnya setiap hari, lowongan pekerjaan ini selalu ada. bahkan di satu sisi banyak perusahaan yang merasa KESULITAN mendapatkan tenaga kerja.

jadi inilah sebabnya aku bilang bahwa BEKERJA ADALAH PILIHAN. pilihan bahwa kau akan bekerja atau tidak, pilihan bahwa kau akan bekerja di bidang apa dan pilihan bahwa kau  akan bekerja di tempat seperti apa.

dengan mengetik kata “lowongan kerja” di google, sangat sederhana, kita bisa tahu betapa banyak perusahaan yang menginginkan mendapatkan karyawan hari itu. yang jadi masalah sekarang adalah, kita mau tidak?

“…selalu ada jalan lain ke Roma…”

untuk menuju kesuksesan, kita tidak diharuskan berjalan pada satu jalan saja. ada banyak sekali jalan menuju ke kesuksesan. kemudian muncul pertanyaan lagi, jalan seperti apa yang kita mau? jalan yang baik atau yang kurang baik? itu semua bisa dipilih, saking banyaknya lowongan pekerjaan setiap harinya.

kita juga tidak perlu terkotak-kotak dengan opini “bekerja enak yang PNS” atau “bekerja paling ideal adalah wirausaha”. jangan! jangan sampai terbatasi oleh semua itu! jika kau mampu semuanya, kenapa tidak? atau jika memilih jalan lain, boleh-boleh juga. semua tergantung pilihan kita.
Lagi

Nikah, nikah dan nikah

3 Komentar

Satu demi satu perawan dan perjaka Teknik Sipil 2004 UNS berguguran. Setelah perjuangan mempertahankan status tersebut selama kurang lebih 25 tahun, akhirnya harus menyerah dan diakhiri dengan pernikahan. Setelah yang lalu ada rekan-rekan kita yang merayakannya (sebut saja budi, wika, diah, budi (lagi ?), yuna, partini, harbun, eva dll), kini ada sebuah undangan baru yang mampir ke tangan administrator. Yup, undangan berlabelkan pernikahan atas nama VIYANDANI WITASARI

tanpa basa basi :

Viyan adalah temen satu kelompok OSPEK dulu. Viyan orangnya pemalu dan panikan… hihihihihi.. tapi tak kusangka, actionnya pada undangan tersebut MANTAB bin JOZ..!!!! wis koyo model… hahahahahaha…

Mong, omong, selamat ya viyan dan seluruh rekan-rekan 2004 yang sudah melepaskan status lajangnya, semoga dalam usaha membina keluarga bisa berjalan dengan lancar, melewati hambatan dan rintangan dengan kasih sayang serta mendidik penerus bangsa dengan iman agama dan ilmu.

Ane titip satu puisi untuk seluruh rekan yang sudah maupun yang akan menyusul menikah :

dulu sekali, benar-benar dulu sekali

sebuah tangis memecah bumi saat kau dilahirkan,

kini, tak hanya tangis yang kau katakan, tapi dunia yang akan kau tundukkan

sebuah perjalanan, yang mungkin dilalui setiap insan

hidup, menikah dan mati adalah kepastian

memberikan makna pada setiapnya, itulah tugasmu di dunia

 

selamat menempuh hidup baru viyan dan rekan-rekan, Allah SWT selalu mendampingimu. amin.

 

Working Abroad ?

3 Komentar

 

sumber gambar : saung-elmu.blogspot.com

Beberapa orang bilang kerja di luar negeri itu ndak enak…. berat… hmmm,… sebenarnya ga juga kok.. itu semua tergantung bagaimana kita menyikapinya saja. Kita mau tinggal di Jakarta, di Solo, di Tangerang, si Jeddah, di Paris atau di manapun kalau kita enjoy, why not?

Bagi para expatriat (sebutan untuk orang yang bekerja di luar negeri), bekerja di luar negeri memberi arti khusus. Banyak hal yang membuat orang-orang itu bisa bertahan lama, antara lain :

1. Petualangan
Mereka, yang lama di luar negeri itu, sangat menyukai petualangan, melihat tempat-tempat baru… luar biasa. Dunia ini luas, jadi kenapa kita harus terpaku pada satu daerah saja?

2. Perspektif Global
Orang-orang yang bekerja di luar negeri dan sanggup bertahan lama adalah orang-orang yang berfikir luas. Mereka adalah orang-orang yang cukup fleksible untuk menerima hal-hal baru yang sebelumnya tidak ada menjadi ada dalam dirinya.

3. Pertumbuhan Karir
Banyak expatriate menjadikan “bekerja di luar negeri” sebagai peletup karirnya. Tidak dipungkiri, pengalaman bekerja di luar negeri mempunyai nilai tambah tersendiri di hadapan perusahaan-perusahaan lokal dalam negeri. Selain itu, bekerja di luar negeri memungkinkan peluang penghasilan yang relatif lebih banyak, saving lebih banyak.

4. Skill dalam Bahasa
Cara efektif belajar bahasa suatu negara adalah dengan pergi ke negara itu. Ini jelas!!

5. Masalah Rohani
Ada tempat-tempat khusus tujuan expatriat untuk bekerja sekalian mencari sisi-sisi religi, contohnya : Saudi Arabia.
Lagi

Apa Kabar 2004 ??

5 Komentar

Beberapa hari lagi masuk tahun 2011. Weleh-weleh, ndak terasa sudah lebih 6 tahun semenjak agustus 2004 ketika segerombolan eks siswa SMU (waktu itu) digodok di kawah Cremona.. hahahahahaha… yup, 6 tahun lebih semenjak OSPEK Fakultas teknik sipil UNS. Saat ini mungkin sudah 90 % lebih rekan-rekan Teknik Sipil UNS 2004 sudah menyelesaikan studinya. Buat temen yang masih berusaha dengan skripsinya… SEMANGAT..!!! (kalo katanya dyah CHAYO…!!!!).

Dari sekian puluh yang saat ini sudah lulus, ada beberapa yang alhamdulillah masih sering ngumpul di tempat barunya (Gath di jakarta) dan ada pula yang (terpaksa) terdampar di belahan bumi indonesia dan mancanegara sendirian. Demi setetes air, sebutir beras dan segelas susu (calon) anak tercinta… hahahaahahahha… JOZ..!!!

so, temen-temen, apa kabarnya sekarang ?? Sudah lama beberapa dari kita tidak berhubungan dan bersilahturahmi. Bersyukur masih ada Facebook dan YM yang cukup membantu dunia silaturahim. Beberapa dari kita ada yang sudah bekerja, ada pula yang gigih melanjutkan S2. Ada pula yang pensiun dan memilih menjadi ibu rumah tangga dsb, macam-macam.

Sejujurnya, rasa rindu bertemu pasti ada, sedikit sentimentil memang, tapi dari pengalaman terakhir ketemuan temen-temen lama di jakarta beberapa hari yang lalu (Toma, dina, tyas, ridwan, rio, riko, havid, krisna, ana), rasa sentimentil itu memang ada. Ane kira tidak masalah kalau sesekali di masa senggang temen-temen, iseng-iseng kirim sms, tanya-tanya kabar atau sekedar tanya kerja dimana, gaji berapa.. it’s ok…

Kita keluarga besar Sipil 2004 dan ane kira sampai kapanpun kita keluarga. Pun dengan segala kesibukan temen-temen ataupun memiliki teman baru yang terjalin di lingkungan kerja, ane harap tidak serta merta memupuskan kenangan berkeluarga selama hampir 4-5 tahun di UNS.

Kunjungilah milis Sipil 2004, atau update data temen (no HP baru, email dsb) ke ane atau tulis di milis / blog ini, sehingga mungkin suatu waktu, 10 tahun atau 15 tahun kedepan, ketika anak kita sudah menginjak dewasa, bisa kita kenalkan ke keluarga Sipil 2004.

Jadi, Apa kabar 2004 ??

Denrio Joz

(082136611580)

Seputar Korosi [1]

Tinggalkan komentar

Kalau anda ditanya tentang apa itu korosi, mungkin sebagian akan menjawab korosi adalah kata lain dari karat, mungkin juga anda akan mengatakan korosi adalah proses degradasi material. Lalu mana yang benar dan mana yang salah ?

Ok, untuk mencari mana yang benar, mari kita ketahui terlebih dahulu asal muasal kata korosi. Korosi berasal dari bahasa latin yaitu kata Corrodere yang berarti perusakan logam atau pengkaratan akibat lingkungannya. Pemahaman yang lebih baik tentang korosi adalah proses degradasi atau perusakan material yang desebabkan oleh pengaruh lingkungan yang bersifat kimia, fisika dan biologis. So, anda sudah mulai paham apa itu korosi dan bagaimana korosi mungkin terjadi.

Pada dasarnya, istilah korosi tidak serta merta di miliki oleh golongan logam saja. Material lain juga mengalami korosi, hanya saja kadang bahasa yang digunakan tidaklah sama. Contoh, material kayu juga mengalami korosi, tapi masyarakat umum lebih mengenal sebagai pelapukan. Beton juga mengalami korosi, pun masyarakat awam / kalangan ahli lebih suka mengatakan pengeroposan. Terserah anda, toh itu hanya nama.

Kembali ke korosi material, secara garis besar, sifat korosi dibagi 3 : kimia, fisika dan biologis. Mari kita bahas satu persatu sifat korosi diatas.

1.      Korosi secara kimia

Korosi tipe ini terbagi 2 jenis yaitu kimia (korosi pelarutan selektif, korosi asam dan korosi titik embun) dan elektrokimia (korosi atmosfir, korosi galvanis, korosi tanah dan korosi air laut)

2.      Korosi secara fisika

Sama seperti korosi kimia, korosi pada tipe ini juga terbagi atas 2 golongan yaitu korosi mekanis (korosi kelelahan, korosi kavitasi, korosi erosi dan impingment serta korosi tumbukan meterial) dan suhu tinggi (oksidasi dan korosi metal cair)

3.      Korosi secara biologis

Yang terakhir, korosi tipe ini memiliki contoh korosi bakteri pereduksi sulfat.

Horok jan, uaakkeeehhh tenan je… padahal mung karat thok kok penyebab’e iso rupo-rupo yo… ckckck…

Yah, itulah durabilitas bahan. Material apapun didunia ini akan selalu berusaha kembali ke elemen dasarnya. Seperti beton yang merupakan campuran semen, pasir, kerikil dan air. Sejatinya pengeroposan adalah proses kembalinya campuran material ke bentuk asli material tersebut secara perlahan.

Eitss… sebelumnya dan sebelum kita semakin jauh, perlu ane luruskan bahwasanya bukan (mungkin belum) kapasitas ane untuk menerangkan maupun menjelaskan perihal karat dan korosi. Ane sarjana sipil dan bukan ahli meterial, hanya saja ane sedikit membaca dan belajar mengenai karat dan korosi. Jadi, walau ane bukan ahlinya, tidak ada salahnya kalau kita berbagi ilmu untuk pemahaman yang jauh lebih baik. Paribasane sithik-sithik roto, hahahahaaha…

Sip, dilanjutkan. Korosi pada metal / logam pasti akan terjadi. Ada pandangan awam bahwa metal aluminium tidak akan korosi. Sebenarnya, metal alumunium memang relatif lebih kebal terhadap korosi atmosfir (tipe korosi yang paling umum) tetapi lemah terhadap merkuri. Demikian juga dengan emas dan platina. Kedua logam mulia ini lemah terhadap bromin basah atau karbon tetraklorida konsentrasi > 60%. Lantas bagaimana tandanya kalau suatu metal / logam mulai terserang korosi ?. Ada beberapa pertanda suatu logam / metal mulai terserang korosi. Pertanda tersebut adalah :

a.       Takik2 yg merata di permukaan metal

Takik atau noda kecoklatan merata pada logam. Beresiko membuat macet pintu air

b.      Terbentuk rust (selaput tipis kerak)

c.       Terbentuk kerak tebal yg ber-lapis2

d.      Penipisan yg merata

e.       Perapuhan/pelunakan metal

f.       Pengeroposan

g.      Penggetasan

h.      Keretakan dan perforasi

i.        Metal menjadi hancur ber-keping2

Joz, nah sampai disini dulu pengantar dari korosi. Diharapkan dapat membantu pemahaman awal perihal korosi dan beberapa tanda-tandanya. Khas dari tulisan ane, selalu ada pesan moral, dan pesan moral untuk materi ini adalah :

Korosi Manusia sejatinya sama dengan korosi pada metal. Pelapukan/pengeroposan dan penggetasan (berkurangnya akhlak / iman) akan mengakibatkan metal / logam (manusia) menjadi rusak (menyimpang dari norma) sehingga perlu sesegera mungkin diperbaiki (mempertebal keimanan) agar tidak hancur berkeping-keping (sebelum mati).”

-=|| Blog Sedang Dalam Perbaikan ||=-

2 Komentar

Blog ini sedang diperbaiki dan diupdate isinya. Terima kasih atas atensi dan kesediaan mengunjungi blog kami. Kedepan, tulisan- tulisan akan kami coba fokuskan ke bidang ke-teknik sipil-an. Tentu saja akan selalu diselingi oleh artikel-artikel ringan dan bersahaja khas ala kami.

Salam,

DENRIO JOZ

===============================================================

Blog sudah selesai diperbaharui. Silahkan tetap memantau kajian dan pokok bahasan bermutu di blog ini. Terima Kasih.

-=||Admin Sipil2004||=-

Older Entries